Dara Gebrina Rezieka
STAI Darul Hikmah Aceh Barat

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Mengembangkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Melalui Permainan Dadu Huruf Pada Anak Usia 5-6 Tahun PAUD Permata Indah Sidojadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Adek Nurfatmawati; Dara Gebrina Rezieka; Rahmat Saputra
Educalia: Journal of Educational Research Vol 4 No 1 (2025): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v3i1.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf hijayyah melalui permainan dadu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan untuk mengembangkan kemampuan anak mengenal huruf hijayyah di PAUD Sidojadi, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Aceh Barat. Proses pelaksanaan penelitian terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 10 anak usia 5-6 tahun di PAUD Sidojadi, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Aceh Barat. Objek penelitian ini adalah kemampuan anak dalam mengenal huruf hijayyah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada pra siklus, siklus 1, dan siklus 2. Hasil permainan dadu huruf hijayyah pada siklus I adalah sebagai berikut: belum berkembang (BB) 3 anak (33%), mulai berkembang (MB) 4 anak (35%), berkembang sesuai harapan (BSH) 2 anak (23%), dan berkembang sangat baik (BSB) 1 anak (10%). Pada siklus II, hasil yang diperoleh adalah: belum berkembang (BB) 1 anak (10%), mulai berkembang (MB) 1 anak (10%), berkembang sesuai harapan (BSH) 3 anak (22,5%), dan berkembang dengan baik (BSB) 5 anak (57,5%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan dadu huruf hijayyah efektif dalam meningkatkan kemampuan anak mengenal huruf hijayyahDibahagian ini, abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Melayu.
Penerapan Metode Melipat Kertas Origami Dalam Pengembangan Fisik Motorik Halus Anak Usia Dini Di Tk Negeri 7 Kaway XVI Cut Nidar; Dara Gebrina Rezieka; Rahmat Saputra
Educalia: Journal of Educational Research Vol 4 No 1 (2025): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v4i1.294

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan metode melipat kertas origami dalam pengembangan keterampilan motorik halus anak usia dini di TK Negeri 7 Kaway XVI. Keterampilan motorik halus sangat penting dalam pendidikan anak usia dini karena berkontribusi pada perkembangan fisik dan kognitif anak secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode melipat kertas origami secara signifikan meningkatkan kemampuan anak dalam mengontrol gerakan jari, menggenggam benda, dan melipat kertas dengan tepat. Studi ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan yang dihadapi guru, seperti kurangnya fokus anak dan keterbatasan sumber daya untuk kegiatan origami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode melipat kertas origami merupakan cara yang efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan motorik halus anak, sekaligus mendorong kreativitas, kesabaran, dan koordinasi mata-tangan.
Penerapan Kegiatan Menggunting Kertas Origami Untuk Melatih Motorik Halus Anak Di Ra Ar-Rahman Kecamatan Meureubo Hariati; Dara Gebrina Rezieka; Rahmat Saputra
Educalia: Journal of Educational Research Vol 4 No 1 (2025): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v4i1.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan kegiatan menggunting kertas origami dalam melatih motorik halus anak di RA Ar-Rahman, Kecamatan Meureubo. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun di RA Ar-Rahman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggunting kertas origami dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara signifikan. Anak-anak menjadi lebih terampil dalam mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata, serta lebih percaya diri dalam menggunakan gunting. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala dalam penerapan kegiatan, seperti kurangnya variasi aktivitas dan kesulitan anak dalam mengikuti pola guntingan. Oleh karena itu, disarankan agar guru lebih sering menerapkan kegiatan menggunting dengan berbagai pola dan media agar keterampilan motorik halus anak semakin berkembang.
Meningkatkan Kecerdasan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menganyam Daun Pisang Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Negeri 7 Kaway XVI Nurlayani; Dara Gebrina Rezieka; Rahmat Saputra
Educalia: Journal of Educational Research Vol 4 No 1 (2025): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v4i1.297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan menganyam daun pisang di TK Negeri 7 Kaway XVI. Motorik halus merupakan keterampilan penting yang berhubungan dengan koordinasi mata dan tangan serta perkembangan otot-otot kecil anak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menganyam daun pisang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, seperti keterampilan menggenggam, merangkai, dan menyusun pola anyaman. Selain itu, anak-anak juga lebih termotivasi dan terampil dalam menyelesaikan tugas anyaman. Dengan demikian, kegiatan menganyam daun pisang dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini.
Peran Buku Cerita Bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Indonesia Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri 2 Panton Reu Aceh Barat Jannatul Ikhwan; Dara Gebrina Rezieka; Rahmat Saputra
Educalia: Journal of Educational Research Vol 4 No 1 (2025): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v4i1.299

Abstract

Bahasa merupakan media interaksi manusia termasuk anak-anak. Perolehan bahasa merupakan tahapan yang terus menerus terstimulus didalam otak anak-anak, disaat mereka mendapatkan bahasa pertamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran buku cerita bergambar dalam meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia anak dan untuk mengetahui penerapan metode membaca buku cerita bergambar berpengaruh terhadap kemampuan bahasa Indonesia anak usia 5-6 tahun di TK Negeri 2 Panton Reu Aceh Barat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai pengumpulan data. Setelah bahan terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan mengintepretasikannya dalam kalimat sederhana sehingga dapat diambil pengertiannya untuk mendapatkan kesimpulan sebagai hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa penggunaan buku cerita bergambar berperan dalam peningkatan kosa kata anak. Anak-anak tidak hanya dapat memahami dan memberikan makna yang tepat pada setiap kalimat baru, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan keterampilan dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Adapun pengaruh metode buku cerita bergambar terhadap peningkatan kemampuan bahasa Indonesia anak usia 5-6 tahun di TK Negeri 2 Panto Reu Aceh Barat diperoleh melalui wawancara dengan 6 siswa secara kualitatif. Dari hasil tersebut, ditemukan bahwa 2 siswa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang kurang, dan sering mengulang cerita di depan kelas. Sementara itu, 4 siswa lainnya menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia yang cukup baik, baik dalam pengucapan huruf maupun penggunaan kalimat yang tepat.