Ranny Puspitasari
Universitas Mathla'ul Anwar Pandeglang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Efek Antipiretik Infusa Daun Ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) Terhadap Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Vaksin DPT HB dan Profil Kromatogramnya Mela Oktapianti; Sofi Nurmay Stiani; Ranny Puspitasari
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki banyak manfaat, Diketahui kandungan ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) memiliki kandungan zat aktif seperti flavonoid, tannin dan saponin, Senyawa flavonoid telah dikenal memiliki efek antipiretik yang bekerja sebagai inhibitor cyclooxygenase (COX) yang berfungsi memicu pembentukan prostaglandin. Permasalahan dalam penelitian adalah senyawa apakah yang terkandung dalam infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) yang dapat digunakan sebagai antipiretik? dan apakah infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) memiliki efek sebagai antipiretik terhadap tikus yang telah diinduksi demam dengan vaksin DPTHB dibandingkan dengan paracetamol?. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) yang dapat digunakan sebagai antipiretik dan untuk menguji efek antipiretik infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) terhadap tikus yang telah diinduksi demam dengan vaksin DPTHB dibandingkan dengan paracetamol. Metode penelitian berupa metode eksperimental. Analisis data berupa uji ANOVA (Analysis of Varians). Jika hasil uji ANOVA menunjukan perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) memiliki efek sebagai antipiretik terhadap tikus putih jantan yang telah diinduksi vaksin DPT-HB namun belum sebanding dengan parasetamol (kontrol positif). (2). Infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) mengandung senyawa flavonoid yang dapat digunakan sebagai antipiretik. (3). Infusa daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels.) 80 % (Dosis 3) merupakan dosis yang paling efektif dibandingkan dengan Infusa daun ceremai 20 % (Dosis 1) dan 40% (Dosis 2).
Uji Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Kamboja (Plumeria acuminate) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Vaksin DPT HB dan Profil Kromatogramnya Ila Nurhillah; Yusransyah; Ranny Puspitasari
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat salah satunya adalah daun kamboja. Akar dan daun kamboja (Plumeria acuminate) mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan polifenol, selain itu daunnya juga mengandung alkaloid. Efek antipiretik di sebabkan karena penghambatan siklooksigenase oleh flavonoid yang merupakan langkah pertama pada jalur yang menuju eikosanoid seperti prostaglandin dan tromboksan. Permasalahan dalam penelitian adalah apakah ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) memiliki efek sebagai antipiretik? dan metabolit sekunder apa saja yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) yang dapat digunakan sebagai antipiretik. Tujuan dari penelitian adalah untuk menguji efek antipiretik ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) pada tikus yang telah diinduksi demam dengan vaksin DPT-HB dibandingkan dengan parasetamol dan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) yang dapat digunakan sebagai antipiretik. Prosedur penelitian meliputi persiapan sampel, uji fitokimia simplisia, pembuatan ekstrak etanol daun kamboja, pembuatan larutan paracetamol, penyiapan bahan uji dan control, penyiapan bahan percobaan, induksi vaksin DPT HB dan pengujian antipretik. Data dalam penelitian berupa penurunan suhu tubuh pada tikus yang pengukurannya dilakukan melalui rektal (anus) menggunakan termometer digital pada tikus masing-masing kelompok. Untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kamboja terhadap penurunan suhu tubuh tikus maka dilakukan uji ANOVA (Analysis of Varians). Jika hasil uji ANOVA menunjukan perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian yaitu ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) memiliki efek sebagai antipiretik. Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) yang dapat digunakan sebagai antipiretik adalah flavonoid. Dosis ekstrak etanol daun kamboja (Plumeria acuminate) yang memiliki efek optimum sebagai antipiretik adalah ekstrak etanol daun kamboja 561,8 mg/kgBB.