Armydha Dwi Susanti
Akademi Kesehatan 17 Agustus 1945 Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Kadar Karboksihemoglobin (COHb) Darah pada Pekerja Pabrik Arang Mekar Jaya Abadi Kota Semarang Armydha Dwi Susanti; Nikho Putra Purnawan
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.3 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arang merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari proses pembakaran kayu pada suhu tinggi sehingga dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak atau proses pembakaran dalam pembuatan material. Karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna, termasuk produksi arang. Paparan CO meningkatkan karboksihemoglobin (COHb) dalam darah, sehingga menurunkan kapasitas pengangkutan oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar COHb pada pekerja pabrik arang di Semarang, Indonesia, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian deskriptif potong lintang dilakukan dengan melibatkan 16 pekerja laki-laki di Pabrik Mekar Jaya Abadi, Semarang. Sampel darah vena dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 413,5 nm. yang melebihi batas normal atau tidak menurut American Conference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH) kadar normal Karboksihemoglobin kurang dari 3,5%. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar karboksihemoglobin, kadar COHb berkisar antara 0,26% hingga 5,8%. Tujuh pekerja (43,7%) memiliki kadar COHb di atas ambang batas normal 3,5% sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 70/2016. Faktor risiko meliputi durasi merokok, konsumsi rokok, dan paparan langsung di area produksi. Sebagian besar pekerja memiliki kadar COHb yang tinggi. Langkah-langkah pencegahan seperti peningkatan ventilasi, penggunaan alat pelindung diri, dan program berhenti merokok diperlukan untuk mengurangi risiko kesehatan.