Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Ekstrak Daun Manggrove Minyak (Rhizophora apiculata Blume) Asal Pesisir Kuala Langsa sebagai Anti Hiperglikemik pada Mencit yang Diinduksi Aloksan Fazrina Zahara; Elisa Putri; Dewi Yuniharni; Ainan Nazirah
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2024): Bioedusains: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v7i2.13093

Abstract

This study aimed to determine the effect of ethanol extract from mangrove leaves (Rhizophora apiculata Blume.) on reducing blood glucose levels in alloxan-induced mice (Mus musculus L.). The method used was laboratory experimental research with a quasi-experimental design. Male mice (Mus musculus L.) were selected as samples based on Federer’s empirical formula using purposive sampling techniques. All mice were acclimated for seven days before treatment. Treatments were administered orally daily for 14 days. The results showed that ethanol extract of mangrove leaves significantly reduced blood glucose levels, with the highest effectiveness observed at doses of 100 mg/kgBW (75.1%), 200 mg/kgBW (58.6%), and 300 mg/kgBW (70.1%). Statistical analysis using One Way ANOVA indicated no significant differences (p < 0.05) between the three doses. In conclusion, ethanol extract from mangrove leaves (Rhizophora apiculata Blume.), which contains alkaloids, flavonoids, saponins, steroids, phenols, and tannins, is effective in reducing blood glucose levels. Among the three doses tested, the 200 mg/kgBW dose proved to be the most effective. Keywords: Alloxan, Antidiabetic, Mangrove Leaves
Formulasi Nutraseutikal Sediaan Gummy Candies Kombinasi Sari Buah Apel Hijau (Malus Domestika) Dan Sari Buah Pepaya (Carica Papaya L) Dengan Variasi Konsentrasi Gelatin Nadilla Alfira; Fazrina Zahara; Intan Rizki
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi pasar di bidang nutraceutical cukuplah besar. Dilihat dari sisi pertumbuhan pasar pun sangat baik, obat-obat nutraceutical cukup pesat, yaitu lebih dari 20 % per tahun. Salah satu buah yang dijadikan sebagai rasa buah yang digemari oleh panelis dalam sediaan gummy candieas adalah buah apel. Buah apel  kaya akan vitamin dan mineral. Kombinasi buah lainnya yang dibuat dalam sediaan ini adalah pepaya, pepaya merupakan buah yang memiliki antioksidan tinggi dan vitamin vitamin A, vitamin B9 dan Vitamin C sangat baik untuk kesehatan salah satunya pencernaan dan kulit.  Pengunaan gelatin dalam pembuatan gummy candies sangat diperlukan untuk membentuk tesktur gummy candies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi nutraseutikal sediaan gummy candies kombinasi sari buah apel hijau (malus domestikal) dan sari buah pepaya (Carica Papaya L) dengan variasi konsentrasi gelatin. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi konsentrasi dari gelatin 60 mg, 100 mg dan 136 mg sebagai bahan pengikat dapat diformulasikan menjadi sebuah sediaan gummy candies dari kombinasi sari buah apel hijau dan sari buah pepaya. Variasi kadar gelatin sebagai pengikat dapat mempengaruhi sifat fisik  gummy candies yakni semakin tinggi konsentrasi gelatin maka semakin rendah  tingkat kekenyalan sediaan gummy candies yang dihasilkan dan semakin rendah konsentrasi gelatin yang diberikan maka semakin tinggi tingkat kekenyalan yang dihasilkan di sediaan gummy candies dengan kombinasi sari buah apel hijau dan sari buah pepaya. Formulasi yang memiliki mutu fisik stabil dan banyak disukai oleh panelis adalah sediaan pada formulasi F1 dengan variasi gelatin 60 mg.