Hasma Yulita
Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Komparatif Pemikiran Ibnu Tufail Dan Jean Piaget Tentang Konsep Epistemologi Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam Hasma Yulita; Ahmad Abdul Qiso; Muhammad Ali Sodikin
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.514

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui studi komparatif pemikiran ibnu tufal dan jean piaget tentang konsep epistemologi dan implikasinya dalam pendidikan agama Islam. Penelitian ini fokus membahas pemikiran konsep epistemologi Ibnu Tufal dan Jean Piaget, membandingkan dari kedua pemikran konsep epistemologi tersebut, serta menganalisis implikasinya terhadap pembelajaran pendidikan agama Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), pendekatan penelitian yang digunakan pendekatan komparatif. Penelitian ini membandingkan pemikiran kedua tokoh yang mengenai sumber ilmu pengetahuan dan metode ilmu pengetahuan, serta relevansinya dalam konteks pembelajaran pendidikan agama Islam. Data yang dikumpulkan melalui karya-karya Ibnu Tufal dan Jean Piaget, dan literatur yang membahas konsep epistemologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Tufail menekankan tiga sumber pengetahuan utama: rasional (akal), empiris (pancaindra), dan intuisi (pengalaman langsung), yang terintegrasi dalam pemahaman keilmuan dan spiritual. Sementara itu, Jean Piaget menekankan perkembangan kognitif anak melalui skema, konstruktivisme, dan tahapan perkembangan yang dikenal sebagai epistemologi genetik. Perbandingan keduanya menunjukkan bahwa epistemologi Ibnu Tufail lebih menekankan integrasi antara akal, pengalaman, dan spiritualitas, sedangkan Piaget menitik beratkan pada proses konstruksi pengetahuan secara bertahap sesuai perkembangan kognitif anak. Implikasi dari pemikiran kedua tokoh ini dalam pendidikan agama Islam adalah perlunya pendekatan pembelajaran yang menyeimbangkan aspek rasional, empiris, dan spiritual, serta memperhatikan tahapan perkembangan kognitif peserta didik agar pembelajaran agama Islam menjadi lebih aktif, kritis, dan relevan dengan perkembangan zaman