Aprilia Ratna Widyaninggar
UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR EKONOMI RUMAH TANGGA TERHADAP RESIKO STUNTING PADA ANAK BATITA Salma Fithran Sani; Aprilia Ratna Widyaninggar
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i1.6621

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada balita usia 12—36 bulan di Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan lima responden utama yang merupakan orang tua balita, serta pengukuran antropometri menggunakan Microtoise dan Baby Scale untuk memperoleh data objektif tinggi dan berat badan anak. Data sekunder dikumpulkan dari catatan posyandu dan laporan desa terkait status gizi balita. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi, tingkat pendidikan ibu, dan pola konsumsi keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita. Keluarga dengan pendapatan tidak tetap cenderung mengalami kesulitan dalam menyediakan makanan bergizi secara konsisten, sedangkan tingkat pendidikan ibu yang rendah berkaitan dengan kurangnya pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang. Kebiasaan mengonsumsi makanan instan serta rendahnya partisipasi keluarga dalam kegiatan posyandu juga ditemukan sebagai faktor yang memperburuk risiko stunting. Beberapa keluarga mengandalkan makanan cepat saji karena alasan praktis, yang berdampak pada rendahnya asupan gizi harian anak. Sementara itu, keluarga dengan kebiasaan memasak makanan bergizi di rumah menunjukkan hasil pengukuran antropometri yang lebih baik. Kesimpulan:Temuan ini menegaskan bahwa intervensi pencegahan stunting perlu mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat, serta mengedepankan program edukasi gizi yang berkelanjutan, pendampingan pola asuh, dan peningkatan kesadaran orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mendukung pertumbuhan optimal balita.