Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga kini masih merupakan permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan. Data menunjukkan bahwa angka kejadian DBD mengalami peningkatan yang cukup tajam, dengan perkiraan sekitar 390 juta kasus infeksi setiap tahun di seluruh dunia dan sekitar 96 juta di antaranya menunjukkan derajat keparahan yang beragam. Kondisi ini berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang berdampak pada kerugian sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD pada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah desain potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian mencakup seluruh pasien yang memeriksakan diri di Wilayah Kerja Puskesmas Y Kota Palembang. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat deskriptif, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia (p value = 0,029), tingkat pengetahuan (p value = 0,000), kebiasaan menggantung pakaian (p value = 0,044), menguras tempat penampungan air (p value = 0,001) dengan kejadian DBD. Faktor yang paling dominan memengaruhi kejadian DBD adalah tingkat pengetahuan. Masyarakat diharapkan dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan memperhatikan kebersihan dan kondisi lingkungan tempat tinggal, serta meningkatkan kesadaran untuk rutin membersihkan dan menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak terpakai.