Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai unsur geometri yang muncul pada struktur Candi Singosari serta menelaah bagaimana candi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika berbasis etnomatematika, khususnya pada materi geometri. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan studi pustaka. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa Candi Singosari memuat beragam bentuk geometri, mulai dari bangun datar seperti persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, hingga trapesium, serta bangun ruang seperti kubus, balok, prisma, limas, tabung, dan bentuk menyerupai kerucut. Unsur simetri lipat dan simetri putar juga tampak pada berbagai ornamen dan elemen struktural candi. Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat masa lampau telah menerapkan konsep-konsep matematika dalam arsitektur dan seni bangunannya, meskipun belum mengenalnya sebagai ilmu formal seperti sekarang. Melalui pendekatan etnomatematika, pembelajaran geometri dapat dibuat lebih kontekstual dan bermakna karena siswa belajar konsep matematika melalui pengamatan terhadap objek budaya nyata di lingkungan mereka. Pemanfaatan Candi Singosari sebagai sumber belajar tidak hanya sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka, tetapi juga membantu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal serta memperkuat karakter peserta didik.