Ade Fitria
Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Hasil Belajar Geografi Menggunakan Model Pembelajaran PJBL Dengan PBL Secara Daring Peserta Didik Kelas X Ade Fitria; Novia Zalmita; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.264-277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar geografi peserta didik yang diajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) secara daring pada peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Langsa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan dua kelas eksperimen, yaitu kelas X IPS-2 sebagai eksperimen I menggunakan model PjBL dan kelas X IPS-3 sebagai eksperimen II menggunakan model PBL, masing-masing berjumlah 30 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda sebanyak 20 soal yang diberikan pada saat pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test peserta didik yang diajarkan menggunakan model PjBL lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang diajarkan menggunakan model PBL. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh thitung = 3,564 dan ttabel = 1,671 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti thitung > ttabel, sehingga Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih efektif dibandingkan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar geografi secara daring pada peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Langsa. ABSTRACT This study aims to compare the geography learning outcomes of students taught using the Project Based Learning (PjBL) and Problem Based Learning (PBL) models in online learning for tenth-grade students at SMA Negeri 5 Langsa. The research employed a Quasi-Experimental Design involving two experimental classes: Class X IPS-2 (30 students) taught using the PjBL model and Class X IPS-3 (30 students) taught using the PBL model. Data were collected using a 20-item multiple-choice test administered as pre-test and post-test. The results indicated that the average post-test score of students taught with the PjBL model was higher than those taught with the PBL model. Based on the t-test results, the calculated t-value (3.564) exceeded the critical t-value (1.671) at a 5% significance level, indicating that Ha is accepted. Therefore, it can be concluded that the Project Based Learning (PjBL) model is more effective than the Problem Based Learning (PBL) model in improving students’ geography learning outcomes in online learning settings.
EKSISTENSI KERAJINAN KASAB (SULAMAN BENANG EMAS KHAS ACEH) DI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN Hasbul Jalil; Daska Azis; Ade Fitria
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi kerajinan Kasab di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan yang meliputi bentuk penyajian dan faktor yang mempengaruhi eksistensi kerajinan Kasab di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deksriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasab di Kecamatan Samadua disajikan kedalam berbagai bentuk yaitu: Lidah-lidah, kipeh, tabia, maracu tunggang baliak,dalansi,banta gadang dan langik-langik. Adapun faktor yang mempengaruhi kerajinan kasab masih dapat ditemukan di Kecamatan Samadua antara lain kasab merupakan produk budaya yang memiliki nilai jual, pengrajin kasab yang masih tergolong usia produktif, dan kreativitas para pengrajin kasab untuk membuat produk kasab menjadi lebih modern