Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi gizi sebagai strategi peningkatan nilai tambah produk inovasi permen susu kambing perah Lalu Unsunnidhal; Raudatul Jannah; Made Gendis Putri Pertiwi; Imam Maliki; Firman Fajar Perdhana; Mutia Devi Ariyana; Suharmanto Suharmanto; Agus Supinganto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35625

Abstract

AbstrakKoperasi Peternakan Tunas Ridho Illahi di Lombok Timur memiliki potensi produksi susu kambing perah yang tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas pada produk segar sehingga belum memberi nilai tambah optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya diversifikasi produk, desain kemasan yang belum higienis, serta lemahnya strategi pemasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah susu kambing perah melalui inovasi permen bergizi, dengan penekanan pada edukasi gizi sebagai strategi utama. Metode pelaksanaan meliputi seminar untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat gizi susu kambing bagi ibu hamil dan balita, serta workshop untuk melatih keterampilan produksi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rerata 4,05 (pre-test) menjadi 9,40 (post-test) atau naik 5,35 poin, serta peningkatan keterampilan dari 23,10 menjadi 72,80 atau naik 49,70 poin; seluruh perbedaan bermakna secara statistik (p = 0,00). Temuan ini menegaskan bahwa edukasi gizi, pelatihan formulasi–proses, dan pendampingan kemasan higienis efektif memperkuat kemandirian koperasi, meningkatkan nilai tambah susu kambing perah, dan membuka perluasan segmen pasar produk pangan lokal bernutrisi. Kata Kunci: edukasi gizi; inovasi produk; koperasi peternakan; permen bergizi; susu kambing perah. Abstract The Tunas Ridho Illahi Livestock Cooperative in East Lombok has high potential for goat milk production, but its utilization is still limited to fresh products, thus not providing optimal added value. The main problems faced by partners are low product diversification, unhygienic packaging design, and weak marketing strategies. This community service activity aims to increase the added value of goat milk through the innovation of nutritious candy, with an emphasis on nutrition education as the main strategy. The implementation method includes seminars to provide an understanding of the nutritional benefits of goat milk for pregnant women and toddlers, and workshops to train production skills. Evaluation is carried out through observation, discussion, and participant feedback. The results of the activity show an increase in participant knowledge from an average of 4.05 (pre-test) to 9.40 (post-test) or an increase of 5.35 points, and an increase in skills from 23.10 to 72.80 or an increase of 49.70 points; all differences are statistically significant (p = 0.00). These findings confirm that nutrition education, formulation-process training, and hygienic packaging assistance are effective in strengthening cooperative independence, increasing the added value of dairy goat milk, and opening up market segments for nutritious local food products. Keywords: nutrition education; product innovation; livestock cooperative; nutritious candy; dairy goat milk.
Peningkatan keterampilan deteksi dini sarkopenia pada lansia di kelurahan pejanggik Kota Mataram Agus Supinganto; Lalu Unsunnidhal; Zulkahfi Zulkahfi; Idyatul Hasanah; Raudatul Jannah; Aswati Aswati; Ni Ketut Metri; Raufina Riandhani Mulyoto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29093

Abstract

AbstrakMenurunnya kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari pada lanjut usia dipicu oleh melemahnya kapasitas otot, sementara pemeriksaan kapasitas otot di Posyandu Lansia belum pernah dilakukan karena keterbatasan tenaga kesehatan. Berdasarkan analisis situasi, keluarga dan lanjut usia belum memahami gangguan otot pada masa lanjut usia, sehingga berisiko terjadi gangguan aktivitas sehari-hari dan jatuh. Pengabdian ini bertujuan untuk (1) memberikan pengetahuan mengenai kekuatan otot; (2) meningkatkan keterampilan lansia dalam deteksi dini kekuatan otot; serta (3) memperkenalkan deteksi dini bagi lansia berisiko jatuh. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan (sosialisasi), pelatihan, dan pendampingan selama dua minggu di Sekolah Lansia GEMPUR SMART Kelurahan Pejanggik Kota Mataram, bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Pada tahap persiapan, dilakukan identifikasi permasalahan lansia melalui wawancara langsung. Tahap pelaksanaan mencakup pemberian materi terkait pengenalan kekuatan otot, pengenalan kekuatan ekstensi lutut, latihan ketahanan, latihan getaran seluruh tubuh, dan latihan campuran (keseimbangan serta daya tahan), yang disampaikan selama tiga hari secara intensif. Peserta (35 orang lanjut usia) juga dilibatkan dalam praktik langsung, diskusi, dan tanya jawab. Tahap evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 5,19 poin dan peningkatan keterampilan lansia sebesar 51,44 poin dalam mendeteksi Sarkopenia. Dengan demikian, lansia mampu melakukan deteksi dini secara mandiri serta meningkatkan kekuatan otot, sehingga potensi gangguan aktivitas dan risiko jatuh dapat diminimalkan. Kata Kunci: sarkopenia; edukasi; lansia; ketrampilan Abstract The decline in the elderly’s ability to perform daily activities is triggered by weakened muscle capacity. Muscle capacity assessments have never been carried out at the elderly community health service (Posyandu Lansia) due to limited healthcare personnel. Based on the situational analysis, elderly individuals and their families lack knowledge about age-related muscle disorders, leading to increased risks of impaired daily activities and falls. This community service aimed to: (1) provide knowledge regarding muscle strength; (2) enhance the skills of the elderly in early detection of muscle strength disorders; and (3) introduce early detection strategies for elderly individuals at risk of falls. The methods included education (socialization), practical training, and mentoring conducted over two weeks at the GEMPUR SMART Elderly School in Pejanggik Village, Mataram City, in collaboration with the local Community Health Center (Puskesmas). In the preparation stage, direct interviews were conducted with elderly participants to identify issues. The implementation stage involved delivering intensive materials on muscle strength identification, knee extension strength, resistance training, whole-body vibration exercises, and combined exercises (balance and endurance) over a three-day period. The 35 elderly participants engaged actively through practical sessions, discussions, and question-answer interactions. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure improvements in knowledge and skills. Results showed an increase in knowledge by 5.19 points and skills by 51.44 points regarding the detection of Sarcopenia. Consequently, elderly participants could independently perform early detection and enhance muscle strength, thus minimizing the risk of impaired daily activities and falls. Keywords: sarkopenia; education; elderly; skills