Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun kemandirian wirausaha difabel di Kota Kupang pada era revolusi investasi 5.0 dan era digital Hardo Aprilio; I Komang Arthana; Donal Anry Jaya Sinurat; Sergius Fribontius Bon; I Nyoman Arya Wiguna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33577

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi partisipasi kelompok disabilitas dalam aktivitas ekonomi, khususnya penyandang disabilitas sensorik. Namun, keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan kewirausahaan, dan literasi keuangan menjadi tantangan utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi bagi kelompok ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan penyandang disabilitas sensorik melalui pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan berbasis teknologi digital di Kota Kupang. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dalam bentuk seminar, pelatihan interaktif, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan di Gedung KOPDIT Solidaritas Kupang dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta difabel sensorik. Materi utama disampaikan oleh OJK Provinsi NTT dan PT Bursa Efek Indonesia Wilayah NTT, mencakup pengelolaan keuangan pribadi, perlindungan konsumen, investasi legal, serta potensi kewirausahaan digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap lembaga jasa keuangan, kewaspadaan terhadap keuangan ilegal, dan munculnya minat untuk memulai usaha secara mandiri. Kegiatan ini juga memperkuat rasa percaya diri dan keterlibatan sosial peserta dalam pembangunan ekonomi inklusif. Diperlukan keberlanjutan program dalam bentuk pelatihan lanjutan dan akses pembiayaan yang inklusif agar dampak pemberdayaan lebih optimal. Kata kunci: disabilitas; literasi keuangan; kewirausahaan digital; pemberdayaan; inklusi ekonomi.  AbstractThe advancement of digital technology has opened up significant opportunities for persons with disabilities, particularly those with sensory impairments, to participate in economic activities. However, limited access to information, entrepreneurial training, and financial literacy remains a major challenge in achieving economic independence for this group. This community service activity aimed to empower individuals with sensory disabilities through financial literacy training and digital-based entrepreneurship in Kupang City. The method used a participatory approach in the form of seminars, interactive training sessions, and mentoring. The activity was held at the KOPDIT Solidaritas building and involved more than 100 participants with sensory disabilities. Key materials were delivered by representatives from the Financial Services Authority (OJK) of East Nusa Tenggara Province and the Indonesia Stock Exchange (IDX) Regional Office, covering topics such as personal financial management, consumer protection, legal investment options, and digital entrepreneurship opportunities. The results showed increased participants' understanding of financial institutions, improved awareness of illegal financial practices, and a growing interest in starting their own businesses. The activity also fostered participants' self-confidence and social inclusion in inclusive economic development. Continuation of the program in the form of advanced training and inclusive access to financing is needed to optimize the impact of empowerment. Keywords: disability; financial literacy; digital entrepreneurship; empowerment; economic inclusion. 
PROBISMA: Menumbuhkan Wirausaha Muda Melalui Sosialisasi dan Sinergi Akademik Menuju Ekosistem Bisnis Mahasiswa di Perguruan Tinggi Viktorianus Mahendra Da Lopez; I Nyoman Arya Wiguna; Darwin Zebua
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman modern dan keterbukaan seperti saat ini, membuat UMKM di Indonesia semakin bertumbuh dan bersaing, khususnya bagi usaha yang dilakukan oleh mahasiswa. Kegiatan sosialisasi PROBISMA (Prosedur Pengembangan Bisnis Mahasiswa) diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa Program Studi Manajemen UNDANA. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan, kepercayaan diri, serta kemauan mahasiswa dalam memulai dan mengembangkan bisnis skala kecil berbasis panduan PROBISMA. Kegiatan ini melibatkan 45 mahasiswa dan turut menghadirkan dosen kewirausahaan serta calon tim inkubator bisnis. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa lebih dari 85 persen peserta merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberi dorongan nyata untuk memulai usaha. Di sisi lain, keterlibatan dosen dan tim pendukung memperkuat landasan terbentuknya ekosistem wirausaha kampus yang berkelanjutan. Modul PROBISMA dipandang tidak hanya sebagai alat pembelajaran, tetapi juga sebagai panduan praktis dalam merancang, menjalankan, dan mengelola bisnis mahasiswa. Rekomendasi dari kegiatan ini mencakup pelatihan lanjutan dan pembentukan struktur inkubator sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan ide bisnis mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.