Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relationship Between Marital Status and Condom Use Compliance among PSK in Puger Kulon Dini Eka Pripuspitasari
Fetus : Journal of Midwifery Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/fejom.v1i1.6

Abstract

Introduction: Condom use is highly recommended for commercial sex workers to prevent contracting sexually transmitted infections. However, condom use is often neglected, so condom use is often inconsistent. Based on data obtained at the Puger Health Center, commercial sex workers in Puger Kulon were 69 people (76.7%) of the data, commercial sex workers who experienced STIs were 47 people (68.1%). Objective: To determine the relationship between marital status and compliance with condom use among prostitutes in Puger Kulon. Methods: This research design uses a cross sectional method with a sample size of 30 respondents obtained using purposive sampling technique, data analysis using chi-square test. Results: The results of marital status on respondents were mostly in the category of alone (widow) 18 respondents (60%), while the results of condom use compliance on respondents were mostly in the non-compliant category 17 respondents (56.7%). Analysis: The result of chi square test is p = 0.004 <0.05. Ha is accepted or there is a relationship between marital status and compliance with condom use among prostitutes in Puger Kulon. Discussion: Married respondents tend to consistently use condoms. This is because married couples will pay more attention to safety in intercourse because they realize that having intercourse without using a condom will worsen their partner's health condition. It is hoped that this research can prevent and reduce the risk of STIs.
Pengaruh Pendampingan Laktasi Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Yolanda Indri Octaviani; Dini Eka Pripuspitasari; Zaida Mauludiyah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61565

Abstract

Tingginya kegagalan pemberian ASI Eksklusif merupakan permasalahan kesehatan anak di Indonesia. Rendahnya ASI Eksklusif disebabkan kurangnya kepercayaan diri ibu dalam mengatasi masalah selama proses pemberian ASI. Tindakan mengatasi masalah segera dan menyeluruh dapat diberikan dengan memberikan pendampingan menyusui.Oleh sebab itu peneliti ingin meneliti pengaruh pendampingan menyusui terhadap pemberian ASI Eksklusif. Dengan tujuan menganalisis pengaruh pendampingan menyusui terhadap pemberian ASI Ekskulsif.Penelitian ini merupakan Pre Eksperimental dengan desain penelitian “post test only design with control group”. Populasi penelitian adalah ibu postpartum hari ke-1 sampai ke-10 dengan jumlah sampel 32 orang yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pendampingan menyusui diberikan pada 3 hari pertama postpartum dan pengamatan pemberian ASI secara Eksklusif hingga hari ke-10 postpartum. Berdasarkan uji statistik Chi-Square Test didapatkan p < α dengan nilai p= 0,001.Maka dapat disimpulkan pendampingan menyusui mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif. Hal ini disebabkan pendampingan menyusui mampu memfasilitasi ibu dalam berbagai aspek penting dalam menyusui meliputi aspek ilmu, fisik, psikologis yang dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu untuk memberikan ASInya secara Eksklusif pada bayinya. Oleh karena itu diharapkan para bidan mampu memberikan pendampingan kepada ibu menyusui agar meningkatnya cakupan ASI Ekslusif.