Irmayani
Institut Sains dan Teknologi Nasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi, Edukasi dan Pendampingan dalam Pengelolaan Sampah di Lingkungan Cipedak Jagakarsa Irmayani; Moh. Azhar
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 2 (2025): October
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.13077

Abstract

Sosialisasi memilah sampah sangat penting, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong keberlanjutan hidup yang lebih baik. Sosialisasi memilah sampah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku ramah lingkungan. Dengan memilah sampah, dapat mengurangi jumlah sampah yang perlu dibuang ke TPA. Hal ini membantu mencegah penumpukan sampah di TPA, yang sering kali menimbulkan masalah pencemaran dan kekurangan lahan untuk pembuangan sampah. Banyak pemerintah daerah yang sudah meluncurkan program pengelolaan sampah, seperti bank sampah atau sistem pengumpulan sampah terpisah. Sosialisasi memilah sampah mendukung keberhasilan program-program ini dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan bersama dengan Bank Sampah KHALISA di RW 06 Cipedak Jagakarsa Jakarta Selatan, sebagai mitra yang menghadapi permasalahan yaitu rendahnya kesadaran dan partisipasi warga dalam memilah sampah dan kurangnya edukasi berkelanjutan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Oleh karena itu perlu mengadakan sosialisasi dengan metode penyuluhan dan pendampingan.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 35% tentang memilah dan mengelola sampah. Partisipasi aktif warga terlihat dari antusiasme dalam diskusi dan warga satu RT yang ingin mengikuti program pilah sampah. Program ini dapat meningkatkan kualitas hidup, mengurangi bau tak sedap, serta mencegah penyebaran penyakit. Sosialisasi pengelolaan sampah harus dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat lebih memahami pentingnya langkah sederhana ini dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Implementasi Sistem Monitoring Wadah Sampah Berbasis ESP32 untuk Efisiensi Pengelolaan di Bank Sampah KHALISA Cipedak Irmayani; Fivit Marwita; Edi Widiono; S. Wahyu Dumadi; Edy Supriyadi; Ariman; M. Febriansyah; M. Fadhli Abdillah; Harlan Effendi; Iriandi Ilyas; Poedji Oetomo
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i1.13195

Abstract

The Bank Sampah KHALISA RW 06 Cipedak is a community-based initiative in sustainable household waste management involving 200 households as active members. In its implementation, operational management still faces several challenges, including manual monitoring of waste bins, a limited number of collection staff, and the absence of a data-based system to support work efficiency. To address these issues, the Community Service team from the Electrical Engineering Department of ISTN designed and implemented an Internet of Things (IoT)-based waste bin monitoring system using an ESP32 microcontroller, an ultrasonic sensor, and a load cell. The system detects the fill level and weight of inorganic waste, displays information on an LCD, and sends real-time notifications to staff via the Telegram application. Trial results indicate that the device operates according to its design objectives. The implementation reduced collection delays by 90% and improved staff time efficiency by 80%, as waste collection is carried out based on the actual condition of the bins. In addition to its technical impact, the program also enhanced community participation and discipline in separating organic and inorganic waste. Although the reduction in operational costs has not yet been evaluated and the deployed devices remain limited in number, the system has proven effective in supporting more timely, structured, and data-driven waste management at the community level.