Azita Puspita Anggreini
Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS PT KAI PERSERO DIVRE III PALEMBANG DALAM MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM KESELAMATAN KERETA API Cindy Maretha Yusman; Azita Puspita Anggreini; Rina Pebriana
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/bzqhjq80

Abstract

Humas memiliki peran penting dalam setiap institusi karena humas merupakan salah satu strategi dalam membentuk citra perusahaan yang positif. Humas biasanya memiliki hubungan yang luas. Oleh karena itu, humas PT KAI Divre III Palembang membutuhkan strategi komunikasi yang efektif dan relevan dalam mengsosialisasikan program keselamatan kereta api kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi  komunikasi humas PT KAI Divre III Palembang dalam mendorong partisipasi masyarakat terhadap program keselamatan kereta api, serta mengetahui bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi oleh humas dalam mengurangi insiden kecelakaan kereta api di wilayah Divre III Palembang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus, informan dalam penelitian ini adalah divisi Humas PT KAI Divre III Palembang sebanyak tiga orang yaitu Manager, Asmen dan Staf nya, sementara sumber data yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung. Penelitian ini menggunakan teori citra yang dicetuskan oleh Frank Jefkins pada tahun 1976 sebagai pembentukan citra perusahaan untuk menciptakan kesan positif dibenak publik serta meningkatkan representasi identitas dan reputasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi humas PT KAI Divre III Palembang sudah diperbarui menggunakan model PIE (Planning, Implementation, Evaluation) yang terbaru. Istilah PIE, Planning berarti membuat rencana yang matang, memilih target warga dan pesan keselamatan yang jelas, Implementation adalah eksekusi melalui Safety Walkthrough dan konten visual yang menarik, dan Evaluation adalah memeriksa hasil dari survei penumpang dan laporan medsos agar terus bisa diperbaiki. Model ini diterapkan melalui sosialisasi multi-media seperti banner, Instagram @sepor_kitogalo, dan reels, serta kerja sama dengan pihak polisi setempat. Akibatnya, kecelakaan di rel berkurang drastis karena masyarakat lebih aktif dalam menjaga keselamatan.