Fathin Anjani Hilman
UIN Sunan Gunung Djati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Tokoh Agama dalam Menjaga Perilaku Keagamaan pada Masyarakat Prismatik Aditiya Aoliarahman Muchyi; Syamsuddin Syamsuddin; Fathin Anjani Hilman
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.421

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memahami secara mendalam strategi dan langkah-langkah yang dilakukan oleh para tokoh agama dalam membina dan menginternalisasikan perilaku keagamaan di masyarakat yang heterogeny. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi, langkah-langkah internalisasi perilaku keagamaan, serta evaluasi kualitas perilaku kegamaan masyarakat prismatic di Desa Cintarakyat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh agama yang aktif membina masyarakat Desa Cintarakyat khususnya di Kampung Malayu. Teknik pengumpulan data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tokoh agama di Kampung Malayu, Desa Cintarakyat, memiliki peran penting dalam menjaga dan menginternalisasikan perilaku keagamaan masyarakat prismatik. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan karakter masyarakat seperti pendidikan kemadrasahan, majelis taklim, organisasi kepemudaan, dan majelis zikir, para tokoh agama berhasil membangun kesadaran keagamaan yang lebih kuat. Langkah-langkah internalisasi seperti sosialisasi, keteladanan, partisipasi aktif, hingga evaluasi terstruktur menunjukkan adanya proses dakwah yang adaptif dan partisipatif. Dampaknya terlihat dari peningkatan partisipasi masyarakat dalam ibadah, bertambahnya pengetahuan keagamaan, serta tumbuhnya sikap toleransi dan kerukunan sosial, meskipun peningkatan ini belum signifikan secara menyeluruh.