Awan Sutrisno
Politeknik Negeri Kupang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Internalisasi Nilai PAI dalam Praktik Pelayanan Pariwisata: Studi Lapangan pada Hotel dan Usaha Wisata di Kota Ende Awan Sutrisno; Muhammad Kadri
Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/BaytAl-Hikmah.617

Abstract

Internalisasi nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam praktik pelayanan pariwisata menjadi isu penting di tengah berkembangnya industri pariwisata yang menuntut profesionalisme sekaligus sensitivitas nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses, bentuk, tantangan, serta implikasi internalisasi nilai PAI dalam praktik pelayanan pada hotel dan usaha wisata di Kota Ende. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha pariwisata. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola internalisasi nilai religius dalam konteks kerja profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai PAI seperti amanah, ihsan, kejujuran, tanggung jawab, dan adab telah terinternalisasi dalam perilaku pelayanan, terutama dalam bentuk keramahan, kedisiplinan kerja, kepekaan terhadap kebutuhan wisatawan, serta komitmen menjaga kualitas layanan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami sebagai kewajiban moral personal, tetapi juga sebagai bagian dari etos kerja yang mendukung profesionalisme layanan. Namun demikian, proses internalisasi nilai PAI menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kebijakan organisasi yang berbasis nilai, variasi pemahaman religius tenaga kerja, tekanan ekonomi industri pariwisata, serta kompleksitas interaksi lintas budaya dan agama. Penelitian ini memiliki implikasi praktis dan teoretis. Rekomendasi mencakup integrasi nilai PAI dalam SOP layanan, kode etik, pelatihan rutin berbasis nilai, serta seleksi karyawan berkarakter religius-profesional. Secara praktis, temuan penelitian menegaskan pentingnya integrasi nilai PAI dalam budaya kerja dan pelatihan sumber daya manusia pariwisata. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian Pendidikan Agama Islam ke ranah dunia kerja dan industri jasa, serta memperkuat perspektif pariwisata berbasis nilai. Keterbatasan penelitian terletak pada fokus lokasi terbatas, variasi latar religius responden, serta belum mengukur dampak jangka panjang kebijakan berbasis nilai. Dengan demikian, internalisasi nilai PAI berpotensi menjadi strategi etis dan kultural dalam membangun pelayanan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.