Abstrak : Dalam mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Sistem ini akan membantu pemangku kepentingan di Kelurahan Mojolangu, termasuk lurah, rukun tetangga, rukun warga, dan lembaga pemberdayaan masyarakat Kelurahan, menetapkan prioritas pembangunan dengan cara yang adil dan efektif. Urgensi, manfaat sosial, biaya proyek, manfaat keberlanjutan, dan dukungan masyarakat adalah beberapa faktor yang dipertimbangkan selama proses perhitungan. Selain itu, rasio konsistensi (CR = 0,072) digunakan untuk memverifikasi bahwa perhitungan adalah akurat. Pengujian dalam blackbox menunjukkan bahwa semua fitur berjalan sesuai ekspektasi. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) berhasil meningkatkan akurasi pengambilan keputusan hingga 85,91% dibandingkan metode manual. 82% peserta menilai sistem sebagai "Baik", 15% menilainya sebagai "Cukup", dan 3% menilainya sebagai "Kurang". Hasil ini menunjukkan bahwa dengan memberikan rekomendasi prioritas pembangunan yang lebih terstruktur, transparan, dan mudah dipahami, sistem dapat menggantikan proses manual=====================================================Abstract : In developing a web-based decision support system using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The system will help stakeholders in Mojolangu Subdistrict, including the village head, neighborhood association, community association, and subdistrict community empowerment institutions, set development priorities in a fair and effective way. Urgency, social benefits, project costs, sustainability benefits, and community support are among the factors considered during the calculation process. In addition, a consistency ratio (CR = 0.072) was used to verify that the calculations were accurate. Blackbox testing showed that all features performed as expected. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method successfully increased the decision-making accuracy to 85.91% compared to the manual method. 82% of participants rated the system as “Good”, 15% rated it as “Fair”, and 3% rated it as “Poor”. These results show that by providing more structured, transparent, and easy to understand development priority recommendations, the system can replace manual processes.