Shefa Dwijayanti Ramadani
Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Tidar, Magelang, Central Java

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of the modified free inquiry (MFI) learning model and its influence on students’ analytical abilities Dias Rizki; Setiyo Prajoko; Shefa Dwijayanti Ramadani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.22568

Abstract

Analytical ability is a crucial part of the HOTS thinking element. This ability needs to be optimally trained through the learning process. However, the use of inappropriate learning models can lead to suboptimal analytical abilities in students. The Modified Free Inquiry (MFI) learning model is one of the suitable learning models for training analytical abilities. This study aims to analyze the effect of applying the MFI model on students’ analytical abilities concerning the immune system material. This research is a type of quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The research sample consisted of 72 students, comprising control and experimental classes selected through cluster random sampling technique. The analysis technique used was ANCOVA test with the help of SPSS 24. The research results showed significance value of ANCOVA is 0.000 (p<0.05), indicating that the MFI model has an influence on students' analytical skills. This is also reinforced by the descriptive analysis results showing that the implementation of the MFI syntax can provide a positive trend in each dimension of analytical ability compared to the control class. Thus, the MFI model has a significant effect on improving students' analytical skills. This research is expected to strengthen theoretical studies in the field of analytical skills. Additionally, this study is also hoped to serve as a reference for teachers in choosing the right learning model to optimize students' analytical abilities.Abstrak. Kemampuan analitis merupakan bagian krusial dari elemen berpikir HOTS. Kemampuan ini perlu dilatih secara optimal melalui proses pembelajaran. Akan tetapi, penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dapat menyebabkan tidak optimalnya kemampuan analitis siwa. Model pembelajaran Modified Free Inquiry (MFI) merupakan salah satu model pembelajaran yang cocok digunakan untuk melatih kemampuan analitis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model MFI terhadap kemampuan analitis siswa pada materi sistem imun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi-eskperimen dengan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 72 siswa, terdiri dari kelas kontrol dan eksperimen yang dipilih melalui teknik cluster random sampling.Teknik analisis yang digunakan berupa Uji ANCOVA dengan bantuan SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi ANCOVA 0.000 ( p < 0.05), sehingga model MFI memberikan pengaruh terhadap kemampuan analitis siwa. Hal ini juga diperkuat dari hasil analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa implementasi sintaks MFI mampu memberikan tren positif terhadap tiap dimensi kemampuan analitis dibanding kelas kontrol. Dengan demikian, model MFI berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan analitis siswa. Adanya penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kajian teoritis dalam bidang kemampuan analitis. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam memilih model pembelajaran yang tepat guna mengoptimalkan kemampuan analitis siswa. 
Investigating the relationship between metacognitive and critical thinking skills in preservice teachers: Insights from predict-observe-explain and direct instruction learning models Shefa Dwijayanti Ramadani; Bea Hana Siswati; Serafica Btari Christiyani Kusumaningrum
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i3.23591

Abstract

Metacognitive and critical thinking skills are widely recognized as essential components of higher-order thinking and play a key role in supporting academic success and lifelong learning. However, research exploring the interplay between these skills has often been conducted partially. This study aims to: (1) investigate the relationship between metacognitive and critical thinking skills within the active learning strategy Predict-Observe-Explain (POE) and direct instruction learning models (DI); and (2) analyze differences in the metacognitive and critical thinking skills scores of students taught with POE and DI learning strategies. A quantitative research method with a correlational design was used in this study. Data were collected from essay tests integrated with metacognitive and critical thinking skills rubrics at the end of the implementation of learning in classes that apply POE and DI. The data obtained were then analyzed using regression and t-tests. The results indicate a positive, strong, and significant relationship between metacognitive skills and critical thinking in both learning models. Additionally, the average critical thinking scores were significantly higher in the POE model than in DI, while there was no significant difference in students’ metacognitive skills. These findings suggest that constructivist-based POE learning can effectively promote critical thinking. Consequently, educators are encouraged to incorporate POE into instructional practices to support the development of metacognitive and thinking skills among students.Abstrak. Keterampilan metakognitif dan berpikir kritis telah dikenal luas sebagai komponen penting dari kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta memiliki peranan kunci untuk mendukung keberhasilan akademis maupun kemampuan belajar sepanjang hayat. Akan tetapi, penelitian yang mengeksplorasi interaksi antara keterampilan ini sering kali dilakukan secara parsial. Penelitian bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keterampilan metakognitif dan berpikir kritis pada strategi pembelajaran aktif Predict-Observe-Explain (POE) dan pembelajaran langsung (DI), serta membandingkan efektivitas kedua strategi pembelajaran dalam menumbuhkan keterampilan tersebut. Metode penelitian eksperimental dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dari tes esai yang diintegrasikan dengan rubrik keterampilan metakognitif dan berpikir kritis pada akhir pelaksanaan pembelajaran di kelas yang menerapkan POE dan pembelajaran langsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan regresi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif, kuat, dan signifikan antara keterampilan metakognitif dan berpikir kritis pada implementasi kedua model pembelajaran. Adapun rerata skor keterampilan berpikir kritis secara signifikan lebih tinggi pada pembelajaran yang menerapkan POE dibandingkan model pembelajaran langsung, sementara keterampilan metakognitif mahasiswa tidak berbeda signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi POE yang berbasis konstruktivisme dapat secara efektif meningkatkan pemikiran kritis. Oleh karenanya, pendidik diharapkan untuk mengintegrasikan POE ke dalam praktik pengajaran untuk mendukung pengembangan keterampilan metakognitif dan berpikir kritis siswa.