Adika Muhammad Aziz
Master Program of Biology Education, Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, West Java

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploring students' misconceptions using three-tier diagnostic test as the preliminary analysis for e-modules development on global warming and environmental pollution Adika Muhammad Aziz; Mimin Nurjhani Kusumastuti; Taufik Rahman
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i2.22243

Abstract

Misconceptions are challenges in education. Misconceptions can occur in science learning topics, one of which is the topic of global warming and environmental pollution. Misconception analysis is conducted as one of the diagnostic tests to analyze misconceptions in students and as an early stage of developing teaching materials. This study aims to provide an overview of student misconceptions that occur in the material of global warming and environmental pollution. This research uses a quantitative descriptive method with the data from multiple-choice answers using the three-tier diagnostic test misconception question and the results were grouped using a three-level misconception categorization. The sample in this study amounted to 96 students, with global warming and environmental pollution as the focused topics. The results showed that 57.9% of students' answers were misconceptions, 30.1% of students' answers were scientific knowledge, 2.7% of students' answers were lucky guesses, and 9.3% of students' answers were lack of knowledge. The larger number of misconception categories indicates that students still do not correctly understand the concepts of global warming and environmental pollution. Students who are included in the misconception category appear to have believed in the wrong knowledge about global warming and environmental pollution. This belief in erroneous knowledge is a challenge for educators to correct students' misconceptions. Thus, the results of this misconception analysis can be an important asset for the development of e-modules to reduce the level of students' global warming and environmental pollution misconceptions.Abstrak. Miskonsepsi merupakan tantangan dalam pendidika. Miskonsepsi dapat terjadi pada topik pembelajaran sains, salah satunya adalah topik pemanasan global dan pencemaran lingkungan Analisis miskonsepsi dilakukan sebagai salah satu tes diagnostik untuk menganalisis miskonsepsi pada siswa dan sebagai tahapan awal pengembangan bahan ajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai miskonsepsi siswa yang terjadi pada materi pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data yang digunakan adalah hasil jawaban pilihan ganda menggunakan intrumen tes diagnostik tiga-tingkatan dan hasilnya dikelompokkan menggunakan kategorisasi tiga-tingkatan Sampel pada penelitian ini berjumlah 96 siswa, dengan materi pemanasan global dan pemcemaran lingkungan sebagai topik yang difokuskan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 57,9% jawaban siswa mengalami miskonsepsi, 30,1% jawaban siswa merupakan scientific knowledge, 2,7% jawaban siswa merupakan lucky guess, dan 9,3% jawaban siswa merupakan lack of knowlegde. Jumlah kategori miskonsepsi yang lebih banyak menunjukkan bahwa siswa masih belum memahami dengan benar konsep-konsep pada materi pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Siswa yang termasuk dalam kategori miskonsepsi rupanya telah meyakini pengetahuan yang salah terhadap pemanasan global dan pencemaran lingkungan. Keyakinan terhadap pengetahuan yang keliru ini merupakan tantangan bagi pendidik untuk meluruskan kesalahpahaman siswa. Dengan demikian, hasil dari analisis miskonsepsi ini dapat menjadi modal penting bagi pengembangan e-modul guna menurunkan tingkat miskonsepsi pemanasan global dan pencemaran lingkungan siswa.
Analysis of high school students' critical thinking ability in environmental change material through POE learning Adika Muhammad Aziz; Diana Rochintaniawati; Mimin Nurjhani Kusumastuti; Eni Nuraeni
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.19540

Abstract

Critical thinking skills are important to master in facing global competition. Biology learning in class must be oriented to improving critical thinking skills. Environmental change material is biology material that requires students to think critically in responding to environmental problems. One way to improve critical thinking skills is to use POE learning strategies that able to train students to be critical of problem. This research aims to provide an overview of students' critical thinking abilities on environmental change material which is improved through the POE learning strategy. This research uses a qualitative descriptive method with the data used in analyzing the data from observations, teacher teaching modules, student responses, student worksheet answers, and interviews. The results of this research provide an overview of several shortcomings in implementing POE learning strategies in environmental change material so that students' critical thinking abilities are still low. These shortcomings include the observation stage which was not carried out optimally, the student worksheet stage did not train critical thinking skills, the environmental problem topic was too big, the learning allocation was not good, and the teacher's involvement in guiding students was still lacking.  With this research, a picture of the implementation of POE learning strategies in biology learning can be seen clearly so it is hoped that it can become good initial research for future research.Abstrak. Kemampuan berpikir kritis penting untuk dikuasai dalam menghadapi persaingan global. Pembelajaran biologi di kelas harus berorientasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Materi perubahan lingkungan merupakan materi biologi yang menuntut siswa untuk berpikir kriris dalam menanggapi permasalahan lingkungan. Salah satu cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran POE  yang mampu melatihkan siswa kritis terhadap objek permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  memberikan gambaran kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perubahan lingkungan yang ditingkatkan melalui strategi pembelajaran POE. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang digunakan dalam menganalisis adalah data hasil observasi, modul ajar guru, respon siswa, jawaban lembar kerja siswa, dan wawancara. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang beberapa kekurangan dalam pelaksanaan strategi pembelajaran POE pada materi prubahan lingkungan sehingga kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Kekurangan tersebut diantaranya adalah tahapan observe yang dilakukan tidak secara optimal dilakukan, tahapan lembar kerja siswa yang tidak melatihkan kemampuan berpikir kritis, topik permasalahan lingkungan yang terlalu besar, alokasi pembelajaran yang kurang baik, dan keterlibatan guru dalam membimbing siswa masih kurang.  Dengan adanya penelitian ini, gambaran pelaksanaan strategi pembelajaran POE dalam pembelajaran biologi dapat terlihat jelas sehingga diharapkan mampu menjadi penelitian awal yang baik bagi penelitian-penelitian yang akan datang.