Pengembangan produk pangan yang memanfaatkan sumber daya lokal dan limbah pangan menjadi salah satu pendekatan penting dalam menghasilkan produk pangan fungsional. Biji alpukat umumnya dibuang sebagai limbah, padahal mengandung serat pangan dan senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengolahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk donat dengan substitusi sebagian tepung terigu menggunakan tepung biji alpukat serta mengevaluasi potensinya sebagai pangan fungsional. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Tepung biji alpukat digunakan sebagai bahan substitusi tepung terigu dengan tingkat substitusi sebesar 20%, 40%, dan 60%. Produk donat yang dihasilkan dievaluasi secara deskriptif berdasarkan karakteristik sensori yang meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung biji alpukat dapat digunakan sebagai bahan substitusi sebagian tepung terigu dalam pembuatan donat, dimana perbedaan tingkat substitusi memengaruhi karakteristik sensori produk, terutama tekstur dan rasa. Dengan demikian, tepung biji alpukat berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan lokal alternatif dalam pengembangan produk donat fungsional serta berkontribusi dalam pengurangan limbah organik.