Melati Mediana Tobing
Christian University of Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Resepsi Khalayak mengenai Branding Hotel Borobudur Jakarta Sebagai Family Hotel melalui Konten Instagram Ribka Gabriella Ambarita; Melati Mediana Tobing
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i2.12054

Abstract

Wisata keluarga merupakan segmen yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam industri pariwisata. Beberapa peneliti berpendapat bahwa penyediaan destinasi yang family friendly adalah strategi efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Hotel Borobudur Jakarta, sebagai bagian dari sektor pariwisata, mengusung branding sebagai "Family hotel" yang disampaikan oleh digital marketing communication executive Hotel Borobudur Jakarta. Family hotel yaitu hotel yang memiliki target utama yaitu keluarga dan memiliki klasifikasi seperti memiliki ruang kamar keluarga, tempat bermain anak, fasilitas rekreasi dan lain sebagainya yang bisa digunakan untuk semua anggota keluarga.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi khalayak terhadap branding tersebut melalui konten Instagram. Karena Instagram sebagai media sosial yang sering digunakan oleh Hotel Borobudur Jakarta tersebut menggunakan teori resepsi Stuart Hall, yang mengkategorikan penerimaan pesan ke dalam tiga posisi: dominan, negosiasi, dan oposisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis resepsi, serta menerapkan tipe kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 8 informan, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan variasi dalam penerimaan branding Hotel Borobudur Jakarta oleh followers melalui Instagram
Discourse Analysis and Distance Factors on Determine News Sources about Papua Riots in Online Media Melati Mediana Tobing; Nor Idayu Ibrahim
Jurnal The Messenger Vol. 16 No. 2 (2024): May-August
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v16i2.6427

Abstract

Introduction: The Papua riots in Indonesia that happened in 2019 have received global viewers and national media attention. The national media reports the events through different sources. In another perspective, the distance factor had become an important variable in determining the source or informant, especially for a medium far from the scene. The research aims: first, exploring the discourse about dominant media and subdominant online media in covering issues, and secondly, have another comprehend about informant selection factors according to the distance between online media in the local area and capital city area. Methods: Through comparison of dominant and subdominant online media in Indonesia, this research has been describing events and social actors portrayed, by Theo Van Leewen's method of critical discourse analysis. This research been used 45 news sites Kompas.com and 20 news Tabloidjubi.com which are related to the 2019 Papua riots during August 19 to August 24, 2019. Findings: With analysis table as a guarantor of validity the research have been display all the news samples represented by five categorizations of themes. Text has been interpreting as a verification of the validity of the text through the perspective of the reader with Van Leewen's critical discourse, namely exclusion and inclusion. Originality: It was novelty that both online media potentially could be able more exploring their sources of information to expand their reader distance segmentation. In addition, online media should have new perspective to be an origin sources across markets for global viewers.