Hartina Iyen
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Teknologi Pangan Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa, Jln. Kesehatan Nomor 3 Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT PADA SPORA Gracilaria verrucosa YANG DIBUDIDAYAKAN DI LABORATORIUM BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR Hartina Iyen; Maria Theresia Dua Tei; Maria Marliani Loainak
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gracilaria verrucosa adalah salah satu jenis rumput laut penghasil agar-agar yang telah berhasil dibudidayakan di tambak-tambak Indonesia, sehingga meningkatkan potensi dan pemanfaatannya dalam industri domestik. Pada tahun 2019, nilai ekspor rumput laut Indonesia tercatat sebesar 324,84 juta USD, mengalami kenaikan sebesar 11,31% dibandingkan dengan 291,83 juta USD pada tahun 2018. Upaya peningkatan produksi juga dilakukan melalui penyediaan bibit dengan teknik setting spora atau dengan kultur jaringan. Keberhasilan budidaya Gracilaria verrucosa tidak terlepas dari tantangan hama dan penyakit dapat menyerang berbagai tahap pertumbuhan rumput laut, mulai dari spora dan planlet yang rentan hingga thallus dewasa. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jenis hama dan penyakit yang menyerang spora Gracilaria verrucosa serta mengetahui metode pengendalian hama dan penyakit yang efektif untuk spora Gracilaria verrucosa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus s.d. Desember 2024 di laboratorium kultur jaringan rumput laut Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Desa Mappakalompo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Hasil identifikasi hama dan penyakit yang ditemukan selama penelitian adalah lumut merah dan protozoa jenis Euglena. Pengendalian hama dan penyakit untuk spora yang telah tumbuh rutin dilakukan pergantian media apabila pada media sudah berlendir dan keruh atau setiap seminggu sekali; bagian spora yang menempel di bersihkan dari lumut dengan cara disemprot secara pelan-pelan agar spora yang menempel tidak ikut terbuang; menjaga kualitas air serta lingkungan budidaya.