Nina Mariani Noor
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kecerdasan Emosional dalam Meningkatkan Profesionalisme Pustakawan Ase Marliana; Nina Mariani Noor
AL Maktabah Vol 10, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v10i2.6717

Abstract

Di era informasi yang semakin kompleks, kemampuan teknis saja tidak lagi memadai karena pustakawan harus menghadapi berbagai jenis pengguna perpustakaan dan beban kerja yang berat. Karena berperan dalam mengendalikan emosi, memfasilitasi komunikasi interpersonal yang sukses, dan menjaga kualitas layanan perpustakaan, kecerdasan emosional sangat penting bagi pustakawan. Subjek pada penelitian ini adalah konsep kecerdasan emosional pustakawan sebagaimana didefinisikan dalam berbagai literatur, yang memiliki pengertian dan ruang lingkup berbeda dengan tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana kecerdasan emosional dapat meningkatkan profesionalisme pustakawan, khususnya dalam bidang manajemen stres, keterampilan interpersonal, dan kepuasan pengguna perpustakaan. Berfokus pada konsep kecerdasan emosional pustakawan sebagaimana dijelaskan dalam berbagai literatur yang bervariasi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur yang melibatkan pengumpulan sumber-sumber ilmiah yang relevan dari buku, jurnal, dan publikasi akademik. Sumber-sumber tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif dan dipilih berdasarkan relevansi topik sebelum hasilnya disintesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional secara signifikan meningkatkan profesionalisme pustakawan, terutama dalam hal kemampuan mereka untuk mengelola stres dan emosi secara efektif, berkomunikasi, serta membangun hubungan positif dengan pengguna perpustakaan. Dalam meningkatkan kecerdasan emosional bisa dilakukan melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan sebagai langkah strategis untuk membantu mencapai tujuan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
Finding Meaning in the City: Religious Conversion and Subjective Well-Being among Urban Converts in Palangka Raya Surawan Surawan; Ahmad Muttaqin; Nina Mariani Noor
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 22 No 1 (2026): JURNAL STUDI AGAMA DAN MASYARAKAT
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jsam.v22i1.11066

Abstract

Religious conversion in multicultural urban societies is not only a matter of theological change but also a personal search for meaning and the restoration of subjective well-being. Theresearch aimedto analyze how religious conversion functions as a psychological adaptive strategy in responding to crises of meaning and the demands of urban modernity. Using a qualitativephenomenological approach, this research exploredhow these converts experienced religious conversion and how the process relates to changes in their subjective well-being. Data were collected through semi-structured in-depth interviews that examined their life experiences before and after conversion, their search for meaning, social relationships, and perceived emotional changes. The data were analyzed using interpretive thematic analysis informed by theories of subjective well-being, psychological well-being, religious coping, and religious conversion. The findings showedthat before conversion, participants experienced inner anxiety, a sense of meaninglessness, and emotional imbalance. Conversion to Islam was perceived as an adaptive response to existential crisis, leading to greater inner peace, life satisfaction, and clarity of purpose. Local Dayak and Banjar cultural values acted as cultural bridges that allowed the integration of Islam without severing cultural identity. In the post-conversion phase, support from the Muslim community, particularly through the Indonesian Convert Center, played a significant role in restoring and stabilizing the participants’ subjective well-being. These findings highlight the importance of culturally sensitive, inclusive, and psychologically oriented assistance for converts in urban multicultural contexts.