Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Kemudahan, Persepsi Keamanan, Persepsi Manfaat, dan Financial Literacy terhadap Minat Penggunaan E-wallet pada Generasi Z di Kabupaten Boyolali Putri Tarisa; Dika Puspitaningrum
Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jumbiku.v5i3.6102

Abstract

The rapid advancement of digital technology has transformed the global financial landscape, including in Indonesia, with the increasing use of e-wallets as modern payment methods. Generation Z, raised in the digital age, represents the primary users; however, their understanding of financial management and digital security varies. This study explores the impact of perceived ease of use, perceived security, perceived usefulness, and financial literacy on the intention to adopt e-wallets among Generation Z in Boyolali Regency, Indonesia. A quantitative explanatory approach was used, with data collected through an online questionnaire from 108 participants selected through purposive sampling based on age, residence, and e-wallet experience. The instrument employed a five-point Likert scale, which was validated and found reliable (Cronbach’s Alpha > 0.87). Data analysis was performed using multiple linear regression via SPSS version 25. The results revealed that all independent variables significantly influenced the intention to adopt e-wallets (F = 115.463; Sig. = 0.000). Specifically, perceived security, perceived usefulness, and financial literacy showed positive and significant effects, while perceived ease of use did not. The model's R² of 0.818 indicates that it explains 81.8% of the variance in e-wallet adoption intention. These findings highlight the critical role of security and financial literacy in shaping trust and behavior toward digital financial services. The study extends the Technology Acceptance Model (TAM) by adding financial literacy as a determinant, providing practical insights for service providers and policymakers to enhance digital financial literacy and security for sustainable digital inclusion among Generation Z in semi-urban areas.
Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik di Kalangan Generasi Z Veronika Anggun Valisa Putri; Dika Puspitaningrum
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3782

Abstract

Industri kosmetik di Indonesia mengalami perkembangan yang semakin maju, terutama karena meningkatnya ketertarikan Generasi Z pada produk perawatan pribadi. Generasi ini dikenal sebagai kelompok yang lebih teliti, pilih-pilih, dan sangat terpengaruh oleh interaksi daring, sehingga pendekatan pemasaran berdasarkan 4P menjadi elemen penting untuk menarik minat mereka. Kajian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dampak Produk, Harga, Tempat, dan Promosi pada keputusan pembelian kosmetik di kalangan Generasi Z, dengan menerapkan metode kuantitatif dan melibatkan 211 responden mahasiswa dari STIE Surakarta. Pengumpulan informasi dilakukan lewat angket dengan skala Likert, lalu diolah melalui pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Temuan kajian mengungkapkan bahwa semua variabel Produk, Harga, Tempat, dan Promosi memberikan pengaruh positif dan bermakna baik secara individual maupun bersama-sama terhadap keputusan pembelian. Produk muncul sebagai aspek krusial sebab Generasi Z mengutamakan kualitas, tampilan, dan kreativitas dalam memilih kosmetik. Harga yang bersaing dan setara dengan nilai manfaat juga terbukti mendorong keputusan pembelian. Di sisi lain, kemudahan mendapatkan produk melalui kanal online dan toko konvensional menjadikan Tempat sebagai variabel utama selanjutnya. Promosi yang inovatif, khususnya lewat platform media sosial dan tokoh influencer, ikut memperkuat keputusan pembelian. Hasil ini menegaskan bahwa taktik pemasaran 4P masih cocok untuk konsumen muda yang mahir teknologi digital. Kajian ini menawarkan saran praktis bagi perusahaan kosmetik agar merancang strategi pemasaran yang lebih fleksibel, kreatif, dan selaras dengan selera Generasi Z.
Pengaruh Tanggal Kembar dan Paylater Terhadap Minat Beli Konsumen E-commerce Pada Generasi Z di Soloraya Jasmine Anita Putri; Dika Puspitaningrum
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3934

Abstract

Perkembangan pesat e-commerce di Indonesia telah membawa transformasi besar dalam kebiasaan belanja generasi Z, khususnya melalui pendekatan promosi yang memanfaatkan momen seperti event tanggal kembar serta kemudahan pembayaran via fitur paylater. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi dampak kedua elemen tersebut pada minat beli konsumen generasi Z di daerah Soloraya. Pendekatan yang diterapkan adalah metode kuantitatif dengan rancangan asosiatif kausal, melibatkan 100 responden yang dipilih lewat teknik sampling non-probability, dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima tingkat. Proses analisis meliputi pemeriksaan validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda. Temuan utama mengindikasikan bahwa event tanggal kembar memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen, di mana tawaran diskon besar-besaran, cashback, dan promosi waktu terbatas membangun persepsi nilai tambah serta dorongan mendesak untuk berbelanja. Di samping itu, fitur paylater juga terbukti signifikan dalam memengaruhi minat beli konsumen, berkat kemudahan transaksi, fleksibilitas pembayaran, dan rasa aman yang mendorong pembelian meski dana belum tersedia langsung. Secara bersamaan, event tanggal kembar dan paylater memberikan efek positif yang kuat terhadap minat beli generasi Z di platform e-commerce. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa integrasi antara taktik promosi dan aksesibilitas keuangan merupakan kunci utama dalam mengoptimalkan pemasaran digital. Dari sisi teoretis, kajian ini menambah wawasan literatur tentang perilaku konsumen era digital melalui data empiris mengenai kecenderungan generasi muda dalam transaksi online. Sementara itu, secara praktis, hasilnya bisa menjadi panduan bagi operator e-commerce untuk menyusun strategi yang lebih adaptif terhadap preferensi dan ciri khas konsumen generasi Z.