Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Lentera Baca Desa sebagai Upaya Optimalisasi Minat Baca Anak di Desa Ketapang, Susukan, Semarang Ervina Septianingsih; Hida Kartika Ratri; Nafisa Nuril Fitriani; Zhalika Ramadhania; Nida Rizqi Nafiah; Annisa Lyla Syahdani; Annisa Utami Luwih Asih; Meydeu Istiqomah Sandy; Muhaimy Nur Rohmat Irvansyah; Nur Miladan
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i3.5886

Abstract

The low reading interest among Indonesian children remains a significant challenge that hinders literacy development and reduces the competitiveness of future generations. Ketapang Village, located in Susukan Sub-district, Semarang Regency, is one of the rural areas struggling with limited access to books and the lack of proper literacy facilities. To address this issue, the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata) initiated by university students developed the Lentera Baca Desa program, aiming to establish a child-friendly literacy park accessible to the entire community. The program was implemented through several stages: collecting and managing books obtained from the National Library, organizing a reading space within the Babussalam Mosque area of Kwangsan Hamlet, and officially inaugurating the literacy park in collaboration with local residents. The outcomes indicate that the literacy park not only provides access to reading materials but also creates a conducive and supportive environment that fosters children’s reading interest and strengthens community involvement in educational development. Furthermore, the program highlights that the sustainability and effectiveness of literacy promotion in rural areas rely more on active community participation, collective responsibility, and continuous management efforts rather than solely on the availability of book collections. This initiative demonstrates that grassroots collaboration can be a practical solution to improve literacy culture in underserved areas.
Pengaruh Literasi Keuangan dan Perilaku Keuangan terhadap Kesejahteraan Keuangan dengan Financial Stress sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus Mahasiswa Rantau Surakarta) Hida Kartika Ratri; Aniek Hindrayani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13635

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan menguji pengaruh literasi. keuangan dan perilaku keuangan terhadap kesejahteraan keuangan mahasiswa rantau di Surakarta, serta menguji peran financial stress sebagai variabel moderasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh mahasiswa rantau yang berdomisili di Surakarta. Sampel yang digunakan berjumlah 384 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jenisnya purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dengan bantuan google formulir yang disebar secara online. Uji validitas instrumen menggunakan discriminant validity, convergent validity dan composite reliability. Teknik untuk analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS) melalui software SmartPLS versi 4 melalui metode bootstraping, serta didukung dengan uji regresi menggunakan latent variable scores. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) literasi keuangan terbukti berbanding lurus (positif sig) dengan kesejahteraan keuangan (t-statistic=10,090; p-value=0,000); (2) perilaku keuangan turut berkontribusi (positif sig) terhadap naiknya kesejahteraan keuangan (t-statistic=10,433; p-value=0,000); (3) financial stress justru berbanding terbalik (negatif sig) dengan kesejahteraan keuangan (t-statistic=5.195; p-value=0,000); (4) financial stress terbukti secara signifikan memperlemah pengaruh literasi keuangan terhadap kesejahteraan keuangan (t-statistic=2,652; p-value=0,004); serta (5) financial stress terbukti secara signifikan memperlemah pengaruh perilaku keuangan terhadap kesejahteraan keuangan (t-statistic=1,853; p-value=0,032). Temuan ini memperlihatkan bahwa meskipun literasi maupun perilaku keuangan berkontribusi positif pada kesejahteraan keuangan mahasiswa rantau, efektivitas keduanya akan semakin melemah seiring dengan meningkatnya tekanan finansial yang dirasakan.