Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Penguatan Ilmu Agama bagi Anak TPA di Desa Negeri Sakti melalui Program KKN: Pembelajaran Ngaji dan Praktik Sholat Fikroh Intan Diansari; Farhan Darmawan; Farhan Muzaki; Faris Faqih Ahmad; Febriana Agatasya; Fia Setiawati; Fifi Mutafia; Fika Rahma Dhania; Fajar Hamdan Nugraha; Nuri Alvin; Siroy Kurniawan
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i3.5990

Abstract

Community Service (KKN) activities play a crucial role in community empowerment efforts, particularly in the realm of religious education. This study aims to review the empowerment approach of children in the Al-Qur'an Education Park (TPQ) located in Negeri Sakti Village, Sungkai Barat District, North Lampung Regency through the KKN program, with an emphasis on strengthening religious knowledge through teaching Al-Qur'an reading (mengaji) focused on tajwid and makharijul huruf as well as performing prayer. TPQ is an informal learning space in the field of religion. This TPQ education already exists and is divided into three hamlets located at the Al-Mutawatir Mosque and one of the residents' homes, the children are very enthusiastic about this program. However, there are shortcomings in the teaching system that need to be developed and there is a need for mentoring for teachers. The methodology used includes a qualitative approach with observation techniques. The findings show that the implementation of the KKN program can improve children's ability to read the Al-Qur'an, improve prayer reading, and foster a religious spirit from an early age. Furthermore, collaboration between KKN students, local residents, and TPA teachers in each hamlet is crucial to the program's success. Therefore, teaching Quran reading and prayer through the KKN program has proven to be an effective way to strengthen children's religious foundations and empower the Negeri Sakti village community in the religious field.
Kajian Komunikasi Dakwah Non-Verbal Pada Tradisi Ratib Taji Besi Kesultanan Tidore Siti Nur Alfia A; M. Sakti Garwan; Siroy Kurniawan
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4660

Abstract

Tradisi Ratib Taji Besi di Kesultanan Tidore merupakan sebuah tradisi yang melibatkan serangkaian ritual sakral. Dalam tradisi ini  dipimpin oleh seorang Syech, di mana para peserta melakukan atraksi dengan Alwan (bilah besi) sambil melantunkan zikir dan tarian sufi. Penelitian ini merupakan analisis komunikasi dakwah non-verbal yang berfokus pada simbolisme gerakan tubuh dan penggunaan alat-alat ritual dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan dan budaya masyarakat Tidore. Penelitian ini dalam Persiapan spiritual seperti mengambil air wudhu dan berjalan jongkok menuju Syech menunjukkan kesucian dan penghormatan. Gerakan mengusapkan Alwan dari pundak kanan ke atas kepala dan turun ke pundak kiri melambangkan penyucian diri. Atraksi menikamkan Alwan ke dada dan paha, disertai dengan tarian, menggambarkan keberanian dan keyakinan pada perlindungan Ilahi. Musik rebana yang mengiringi ritual menambah dimensi auditori dalam komunikasi non-verbal, menciptakan suasana sakral dan mendukung pelaku mencapai keadaan trance. Asap kemenyan juga berfungsi sebagai simbol penyucian dan penghubung antara dunia fisik dan spiritual. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa komunikasi non- verbal dalam tradisi Ratib Taji Besi tidak hanya memperkuat pesan religius tetapi juga membangun pengalaman spiritual kolektif yang mendalam di antara peserta. Tradisi ini menggambarkan integrasi antara ajaran agama Islam yang berbalut nuansa budaya lokal, selain itu tradisi ini berfungsi sebagai media dakwah yang efektif di masyarakat Kesultanan Tidore.