Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Modified TR Band Application Technique for the Prevention of Hemostasis-Related Complications in Transradial Percutaneous Coronary Intervention (PCI) Abda Ali; Muhammadong Muhammadong; Endah Sari Purbaningsih
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i1.5122

Abstract

The Trans Radial Band (TR Band) is a compression method applied to the radial artery following percutaneous coronary intervention (PCI). Prolonged TR Band removal duration may increase the risk of complications, while premature removal can lead to bleeding. This systematic review aims to evaluate the effectiveness of various modified TR Band application techniques in enhancing hemostasis and preventing vascular complications after transradial PCI. The study followed PRISMA guidelines, with literature searches conducted in PubMed, Scopus, and Google Scholar using specific keywords related to TR Band and its modifications. The results show that several modification techniques—including the use of rollers, slow deflation protocols, dual TR Band application, and hemostatic patches made from chitosan and potassium ferrate—generally improve hemostatic effectiveness, reduce hematoma incidence, and enhance patient comfort. However, limitations such as small sample sizes and the lack of long-term data remain challenges. Conclusion: Modified TR Band techniques are considered safe and effective, but larger-scale studies are still needed.
Pengaruh Waktu Door-To-Balloon ≤90 Menit Terhadap Perubahan Ejaksi Fraksi Ventrikel Kiri Pasca Tindakan Primary Pci pada Pasien Stemi Abda Ali; Irwan M Loebis
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45150

Abstract

Penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian global, termasuk di Indonesia dengan penyakit jantung koroner (PJK) sebagai penyebab utama. ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan bentuk PJK paling serius yang memerlukan intervensi cepat untuk mencegah kerusakan miokardium permanen. Waktu door-to-balloon (DTB), yang merepresentasikan durasi antara kedatangan pasien hingga dilakukannya balon angioplasti dalam Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI), telah direkomendasikan ≤90 menit oleh pedoman internasional. Namun, pengaruh DTB terhadap perbaikan Ejection Fraction (EF) ventrikel kiri pasca PPCI masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh waktu DTB ≤90 menit terhadap perubahan nilai EF ventrikel kiri pada pasien STEMI melalui pendekatan kohort retrospektif. Data diambil dari pasien STEMI yang menjalani PPCI di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika Cirebon antara Januari hingga Juli 2024. DTB dikategorikan menjadi ≤90 menit dan >90 menit, dengan evaluasi EF dilakukan pada 24 jam dan 6 bulan pasca tindakan menggunakan metode Simpson. Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu DTB menit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap perbaikan EF berdasarkan uji t tidak berpasangan (p=0.562) dan uji Mann-Whitney (p=0.415). Variabel usia ditemukan lebih berpengaruh signifikan terhadap perubahan EF (p=0.016). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun DTB penting, faktor lain seperti usia dan kondisi klinis awal lebih menentukan pemulihan fungsi ventrikel kiri.