Latar belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan kondisi kekurangan asupan energi dan protein yang berlangsung dalam waktu lama dan dapat berdampak terhadap kesehatan ibu serta pertumbuhan janin. Wilayah kerja UPT Puskesmas Sumaling masih menghadapi masalah Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Tujuan: Menganalisis hubungan umur ibu, pendidikan, usia kehamilan, paritas, pendapatan keluarga, dan pantangan makanan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Sumaling Kecamatan Mare Kabupaten Bone Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh ibu hamil yang terdaftar dan berdomisili aktif di wilayah kerja UPT Puskesmas Sumaling, dengan teknik total sampling sebanyak 56 responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS versi 21. Fisher’s Exact Test digunakan untuk tabel 2×2, sedangkan Fisher–Freeman–Halton Exact Test digunakan untuk variabel usia kehamilan yang berbentuk tabel 3×2. Tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Kekurangan Energi Kronik (KEK) ditemukan pada 8 responden (14,3%). Mayoritas responden berusia 20–35 tahun (69,6%), berpendidikan tinggi (78,6%), berada pada trimester II (51,8%), memiliki paritas risiko rendah (78,6%), pendapatan keluarga rendah (64,3%), dan tidak mendukung pantangan makanan (82,1%). Tidak terdapat hubungan bermakna antara umur (p=0,688), pendidikan (p=0,348), usia kehamilan (p=0,103), paritas (p=0,180), pendapatan keluarga (p=1,000), maupun pantangan makanan (p=0,143) dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK). Kesimpulan: Keenam variabel yang diteliti tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah penelitian. Pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK) tetap memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pemantauan status gizi, pelayanan antenatal, edukasi gizi, suplementasi, serta intervensi gizi yang tepat sasaran.