Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Berbagai Intervensi Gizi dalam Penanggulangan Stunting pada Anak: Tinjauan Literatur Dedeng Nurkholik Sidik Permana; Nilawaty Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.102

Abstract

Stunting merupakan bentuk malnutrisi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Masalah ini memiliki penyebab yang kompleks, termasuk asupan gizi yang tidak memadai, infeksi berulang, sanitasi buruk, hingga rendahnya status sosial ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau efektivitas berbagai intervensi gizi dalam penanggulangan stunting berdasarkan 39 artikel ilmiah yang dipublikasikan secara nasional dan internasional. Kajian ini mencakup intervensi spesifik gizi (seperti suplementasi dan makanan tambahan), serta intervensi sensitif gizi yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, dan sosial. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas, pelibatan kader kesehatan, inovasi digital seperti mHealth, edukasi gizi maternal, dan program multisektor dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting, terutama jika dilakukan sejak masa pra-konsepsi dan selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Keberhasilan intervensi sangat ditentukan oleh kualitas implementasi, dukungan kebijakan, dan keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, strategi penanggulangan stunting perlu dilaksanakan secara terpadu, berkelanjutan, dan kontekstual agar mampu menciptakan perubahan jangka panjang yang bermakna.
Withholding dan Withdrawing Life Support Therapy: Tinjauan Literatur Hukum, Etik, dan Sosial Kesehatan Harpandi Rahim; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.140

Abstract

Kemajuan teknologi kedokteran modern telah memungkinkan perpanjangan hidup secara artifisial melalui terapi penunjang kehidupan, seperti ventilator dan dialisis. Namun, pada kondisi terminal, praktik withholding (tidak memulai terapi) dan withdrawing (menghentikan terapi) life support therapy (WWLST) menimbulkan dilema multidimensi yang mencakup aspek hukum, etik, sosial, dan budaya. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematis berbagai literatur yang membahas WWLST, dengan fokus pada kerangka regulasi, prinsip bioetika, praktik klinis, perspektif agama dan budaya, serta peran informed consent dan advance care planning. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 32 artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2000 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa di Indonesia, WWLST masih berada dalam wilayah hukum yang ambigu, belum dilindungi secara memadai oleh regulasi nasional, dan kerap menimbulkan konflik antara tenaga medis dan keluarga pasien. Meskipun secara etik WWLST dapat dibenarkan bila dilakukan atas dasar keputusan medis kolektif dan otonomi pasien, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan akibat rendahnya literasi hukum dan etik, serta dominasi nilai-nilai sosial dan keagamaan yang belum sepenuhnya mendukung praktik akhir hayat. Kajian ini merekomendasikan pentingnya penyusunan regulasi komprehensif, penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam komunikasi etik, edukasi publik, serta pembentukan tim etik klinis di fasilitas layanan kesehatan sebagai prasyarat utama penerapan WWLST yang bermartabat, legal, dan manusiawi.
Stigma, Layanan, Dan Intervensi HIV: Kajian Literature Review Terhadap Tantangan Dan Strategi Global Bidasari Jamil; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.174

Abstract

Penanggulangan HIV/AIDS di tingkat global masih menghadapi tantangan serius, terutama berkaitan dengan stigma, ketimpangan akses layanan, dan rendahnya sensitivitas layanan terhadap dinamika sosial-budaya. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan ilmiah yang relevan mengenai stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), efektivitas intervensi berbasis komunitas, hambatan akses layanan, aspek psikososial, serta dimensi etika dan profesionalisme tenaga kesehatan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap 38 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015–2025, yang diperoleh dari jurnal terindeks internasional seperti PLoS ONE, BMC Public Health, dan Global Public Health. Hasil kajian menunjukkan bahwa stigma internal, eksternal, dan terinternalisasi berperan besar dalam menurunkan keterlibatan ODHA dalam pengujian dan pengobatan, serta meningkatkan kerentanan psikologis. Intervensi berbasis komunitas, khususnya yang melibatkan Community Health Workers (CHWs), terbukti efektif dalam meningkatkan akses, keterlibatan, dan hasil psikososial pasien. Namun, hambatan akses tetap dominan di kalangan migran, kelompok transgender, dan masyarakat pedesaan akibat diskriminasi, hambatan struktural, serta faktor budaya. Selain itu, kesehatan mental ODHA sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan sosial yang sering kali belum optimal. Dalam hal etika dan profesionalisme, ditemukan adanya ketegangan antara prinsip kerahasiaan, hak pasien, dan norma lokal, yang menuntut perlunya pendekatan pelayanan berbasis hak asasi manusia dan refleksi etis yang kontekstual. Kajian ini merekomendasikan integrasi pendekatan intersektoral yang mencakup penguatan CHWs, pelatihan etika klinis, reformasi kebijakan berbasis bukti, serta peningkatan dukungan psikososial dan keluarga sebagai strategi utama dalam meningkatkan efektivitas layanan HIV yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.