Yenni Lukita
Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Program DAMKAR (Pendampingan Penanganan Luka Bakar) Bagi Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Usman Usman; Cau Kim Jiu; Kharisma Pratama; Yenni Lukita
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i3.6412

Abstract

Introduction: Children with Special Needs (CSN) often have sensory and motor limitations, which increase their risk of experiencing household accidents, including burn injuries. Parents caring for CSN frequently lack adequate knowledge and skills in initial burn management, which can potentially worsen the child's condition and impede the healing process. This DAMKAR (Burn Injury Management Assistance) Program aims to enhance the competence of CSN parents at the Special School (SLB Kinarsih), located at Jl. Husein Hamzah Gg. Bhineka No. 27A, in providing prompt and appropriate first aid for burn injuries.Methodology: This community service activity (PkM) was implemented using the Participatory Action Research (PAR) approach, which emphasizes active collaboration among the implementation team, the target partner SLB Kinarsih, and the participants (parents, teachers, and caregivers of CSN). The implementation consisted of 5 stages: Preparation and Assessment (Weeks 1 to 3), Socialization and Education (Weeks 4 to 6), Practical Training and Simulation (Weeks 7 to 9), Implementation and Monitoring (Weeks 10 to 11), and Evaluation and Reporting (Week 12). Results: A significant increase was observed in the parents' average knowledge score, rising from 59.5 to 88.89. Furthermore, more than 90% of participants were able to correctly demonstrate the techniques for burn management and dressing during the simulation. This enhancement in skills provided greater confidence to the parents in handling burn emergency situations. Conclusion: The DAMKAR Program successfully improved the knowledge and practical skills of CSN parents in initial burn management. This program is recommended to be integrated as a routine module in CSN care training to minimize the risk of complications and enhance the quality of life for the child and family.
Identifikasi Diet Khusus Pada Anak Dengan Autisme dalam Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Luar Biasa Cau Kim Jiu; Usman Usman; Yenni Lukita; Annisa Pirlaily Pazriani; Muhammad Sonny Pratama
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan diet pada anak dengan autisme melalui program makan bergizi gratis di sekolah dari berbagai persepsi guru, orang tua dan professional kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan mixed methods study. Pengumpulan data melalui wawancara dengan orang tua, guru di sekolah luar biasa, dan professional kesehatan serta dengan menyebarkan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden dengan tehnik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan kriteria inklusi adalah ibu dan anak dengan autisme dan sekolah di SLB Kota Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2025 sampai Agustus 2025. Lokasi penelitian di Sekolah Luar Biasa Kota Pontianak. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dan deskriptif korelatif dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intoleransi terhadap susu (p=0,033), mie instan (p=0,000), dan keju (0,025) dengan risiko perubahan perilaku pada anak dengan autisme. Sebaliknya tidak terdapat hubungan antara intoleransi terhadap cokelat (p=0,361) dan sosis (0,845) dengan risiko perubahan perilaku anak dengan autisme. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua menyambut positif program makan bergizi gratis namun program ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti kebutuhan anak terhadap diet sangat bervariasi sehingga perlu identifikasi khusus kebutuhan diet setiap anak.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) MENDENGARKAN MUSIK DAN BERNYANYI PADA LANSIA Cau Kim Jiu; Wida Kuswida Bhakti; Almumtahanah Almumtahanah; Sri Ariyanti; Tri Wahyuni; Uji Kawuryan; Annisa Rahmawati; Yenni Lukita; Siti Masdah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45116

Abstract

Dampak dari penurunan fungsi kognitif dan sensori pada lanjut usia dapat mencakup berbagai aspek, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Secara kognitif, berdampak pada penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah sehingga menyebabkan gangguan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penurunan fungsi sensori meliputi penurunan kemampuan pendengaran, penglihatan, dan persepsi sehingga menyebabkan penurunan kemampuan lansia untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan menghambat komunikasi. Salah satu cara untuk mengelola situasi ini dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok yang dilakukan oleh perawat kepada lansia dengan tujuan untuk meningkatkan daya ingat, kesehatan mental dan kemampuan bersosialisasi. Peserta kegiatan ini adalah lansia yang berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi melalui kegiatan bernyanyi dan diskusi melalui cerita masa lalu. Hasil kegiatan menunjukkan para lansia terlibat secara aktif dan antusias dalam kegiatan ini serta dapat menyanyikan beberapa lagu kenangan masa lalu serta menceritakan pengalaman masa lalu yang menyenangkan. Beberapa lansia mengatakan terhibur dengan kegiatan ini dan senang bisa bernyanyi bersama-sama. Dapat disimpulkan bahwa jika kegiatan bernyanyi dan mendengarkan musik dilakukan secara rutin diharapkan dapat menstimulus fungsi kognitif, sensori dan menambah rasa percaya diri lansia dalam berinteraksi satu sama lainnya.