Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Tingkat Ansietas dengan Kejadian Tension-Type Headache pada Mahasiswa Rumpun Teknik Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana Theodora Pentakostin Sose Lewerang; Herman Pieter Louis Wungouw; Insani Fitrahulil Jannah; Nicholas Edwin Handoyo
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v6i1.6645

Abstract

Tension-Type Headache (TTH) is the most common type of primary headache and is often associated with psychological conditions, particularly anxiety. Engineering students represent a vulnerable population due to high academic demands, stress, and lifestyle factors. This community service activity aimed to increase awareness, knowledge, and early detection of the relationship between anxiety levels and the occurrence of TTH among Engineering students of the Faculty of Science and Engineering, Universitas Nusa Cendana. The activity was implemented through health education sessions, anxiety screening using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS), and TTH screening using the Headache Screening Questionnaire (HSQ). A total of 72 Engineering students from the 2022–2024 cohorts participated in the program through proportionate stratified random sampling. The results showed a high prevalence of anxiety (83.3%), predominantly mild to moderate anxiety, and a high prevalence of TTH (66.7%). The screening results indicated a positive tendency between anxiety levels and the occurrence of TTH. This community service activity enhanced students’ understanding of mental health, stress management, and headache prevention. The program is expected to support the development of promotive and preventive mental health initiatives for university students, particularly within engineering education settings.
Giardiasis: Etiologi, Patofisiologi, Morfologi, Diagnosis, dan Pengobatan Asriyani Abdullah; Insani Fitrahulil Jannah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4706

Abstract

Giardiasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Giardia lamblia (G. duodenalis atau G. intestinalis), dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang dengan kondisi sanitasi yang buruk. Penularan terjadi melalui jalur fekal-oral, baik secara langsung maupun tidak langsung. Infeksi ini dapat bersifat asimtomatik hingga gejala kronis yang dapat menyebabkan malnutrisi, penurunan berat badan, dan dehidrasi. Diagnosis konvensional mengandalkan pemeriksaan mikroskopis tinja, meskipun teknik ini memiliki keterbatasan dalam sensitifitas dan spesifisitas. Maka metode imunologis atau molekuler seperti PCR diperlukan sebagai pelengkap, namun aksesnya masih terbatas. Pengobatan tergantung pada keadaan atau kondisi pasien, namun metronidazol dan tinidazole masih menjadi pilihan. Pencegahan jangka panjang melibatkan peningkatan sanitasi, edukasi masyarakat, dan pengembangan vaksin. Penelitian masa depan harus difokuskan pada pengembangan metode diagnosis yang lebih sensitif dan praktis, pemahaman terhadap mekanisme resistensi obat, serta eksplorasi target baru untuk terapi dan vaksin.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Tenaga Kependidikan Melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Program Studi Pendidikan Dokter FKKH Universitas Nusa Cendana Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Wardani; Deif Tunggal; Syahrir Syahrir; Insani Fitrahulil Jannah; Audrey Gracelia Riwu; Maria Laurenci Fany Permata Kale; Nurul Fatmawati Pua Upa; Cahyani Purnasari; Mathias Nathaniel Kolobani
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i1.2433

Abstract

Abstrak: Henti jantung merupakan kasus kegawatdaruratan medis dimana jantung berhenti berfungsi secara medadak sehingga menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh hingga dapat menimbulkan kematian jika tidak ditangani segera. Tindakan bantuan hidup dasar (BHD) merupakan serangkaian tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk memulihkan fungsi pernapasan dan sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti jantung. Pelatihan BHD pada tenaga kependidikan yang merupakan kelompok non-medis di lingkungan program studi Pendidikan dokter FKKH Universitas Nusa Cendana bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pegawai dalam melakukan pertolongan pertama serta meningkatkan kesiapsiagaan pegawai dalam kondisi kegawatdaruratan kejadian henti jantung terutama di lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah pelatihan kepada 20 tenaga kependidikan dengan menggabungkan teori, diskusi interaktif, serta praktik simulasi. Hasil dari pelatihan didapatkan peningkatan pengetahuan diukur dari nilai post-test yang jauh lebih baik dibandingkan nilai pre-test. Selain itu, didapatkan peningkatan keterampilan dan kepercayaan diri dari peserta dalam melakukan tindakan BHD pada kasus henti jantung. Kesimpulannya, kegiatan pelatihan BHD bagi tenaga kependidikan di lingkungan program studi Pendidikan Dokter, FKKH Universitas Nusa Cendana terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan.
From environment to lung: A literature review on exposure risk factors and prevention of Aspergilosis Asriyani Abdullah; Insani Fitrahulil Jannah; Elfira Buamona
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i2.2144

Abstract

Aspergillosis comprises a spectrum of pulmonary diseases caused by inhalation of Aspergillus spores from the environment in individuals with immunological vulnerability or structural lung damage. This review summarizes major environmental sources of exposure (soil, compost, hospital ventilation and water systems, and construction activities), key host and environmental risk factors, and environmental and clinical prevention strategies. Multiple studies report increased airborne spore counts and higher incidence of invasive aspergillosis among haematology patients during hospital construction when protective ventilation and HEPA filtration are insufficient. Principal host risk factors include prolonged neutropenia, haematological malignancies, transplantation, immunosuppressive therapy, post‑tuberculosis cavities, severe COPD, and other chronic lung diseases. Climate change and natural disasters are thought to enhance the distribution of airborne fungal spores, although quantitative data specifically linking these events to aspergillosis remain limited. Effective prevention requires an integrated approach combining environmental control, targeted antifungal prophylaxis, screening in patients with structural lung disease, patient education, and stewardship to address azole resistance within a One Health framework.
Antibacterial Activity Test of 70% Ethanol Extract of Kersen Leaves (Muntingia calabura L.) against Cutibacterium acnes Willybrordus Dewanto Un Lala; Tadeus A. L. Regaletha; Cahyani Purnasari; Insani Fitrahulil Jannah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12838

Abstract

Acne ranks among the most prevalent skin issues and is linked to infection by Cutibacterium acnes. The rising rates of antibiotic resistance seen in Cutibacterium acnes necessitate the exploration of alternative plant-based treatments with antibacterial properties. One such plant that has demonstrated these antibacterial effects is the kersen leaf (Muntingia calabura L.). This research aimed to evaluate the antibacterial effects of a 70% ethanol extract of kersen leaves (Muntingia calabura L.) on the proliferation of Cutibacterium acnes. The research employed a true experimental design featuring a posttest only control group. The treatment categories included a positive control using Clindamycin, a negative control with sterile aquadest, and varying concentrations of kersen leaf extract at 1%, 2%, 4%, 8%, and 12%, with each group replicated four times. Data were assessed using the One-Way ANOVA method. The findings of the antibacterial test indicated that the 70% ethanol extract of kersen leaves effectively inhibited the growth of Cutibacterium acnes. The One-Way ANOVA analysis produced a p-value of less than 0.0001, which is lower than α = 0.05, signifying a notable discrepancy in the average inhibition zone diameters across the treatment groups. Ethanol extract from kersen leaves (Muntingia calabura L.) exhibits antibacterial properties against Cutibacterium acnes growth.