Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Obat Rumah Tangga di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat Ida Erna Widiawati; Indra Permana; Sri Setiatjahjati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v6i1.6816

Abstract

Irrational drug use in the community remains a significant health problem. Different geographic and demographic characteristics can influence drug use patterns and the problems that arise. This study aims to evaluate and compare household drug use patterns between Bandung Regency and West Bandung Regency. The study was conducted in January 2026 using a cross-sectional method with a door-to-door approach in Ibun Village (Bandung Regency, n=44) and Cibodas-Langensari Village (West Bandung Regency, n=26). Data were collected through structured interviews covering drug types, usage problems, and education provided. Analysis was conducted descriptively and comparatively. Significant differences were found between the two regions. Bandung Regency was dominated by analgesic-antipyretic drugs (34.1%) for acute diseases, while West Bandung Regency had more antihypertensive drugs (14.6%) and antidiabetic drugs (8.0%) for chronic diseases (45.1% of households owned chronic disease medications). The problem of incorrect dosage in West Bandung Regency (76.9%) was significantly higher than in Bandung Regency (31.8%). Non-prescription drug use was higher in Bandung Regency (31.8% vs. 11.5%). Education was tailored to the problem profile of each region. Differences in health profiles and drug use patterns between the two regions require tailored intervention approaches. Bandung Regency requires education on prescription drug use and access to healthcare, while West Bandung Regency requires a specific program for chronic disease management and intensive drug dosage education.
Empowering Sunten Jaya Village through interdisciplinary student synergy in community service Indra Permana; Vivi Yantri; Isyfi Hadaina Yutikasari; Juni Ardiansyah; Ahmad Yoga Pratama; Annisa Firdaus; Asep Kusnadi
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.88463

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) is a program that is an integral part of the Tri Dharma Perguruan Tinggi, aimed at fostering social awareness and student responsibility toward community issues. This study examines the effectiveness of an interdisciplinary collaborative approach by Al Ghifari University’s KKN students in empowering the community of Kampung Patrol, Sunten Jaya Village, Lembang, West Bandung. Guided by the philosophy "Small Steps, Big Impact," students from seven disciplines (Public Administration, Pharmacy, Management, English Literature, Information Systems, Informatics Engineering, and Agricultural Technology) implemented five key programs: agricultural innovation, MSME and entrepreneurship development, English education, health data collection and services, and village digitalization. Using a qualitative descriptive approach with a Participatory Action Research (PAR) paradigm, the study emphasized active community involvement throughout program implementation. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and program documentation. Results indicate that multidisciplinary synergy creates holistic and sustainable solutions addressing real community needs, fostering progress toward a more advanced, independent, and prosperous village. The program’s success was supported by community enthusiasm and collaboration with various stakeholders.   Abstrak Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan membentuk kepekaan sosial dan tanggung jawab mahasiswa terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Artikel ini membahas efektivitas pendekatan kolaboratif lintas disiplin ilmu mahasiswa KKN Universitas Al Ghifari dalam pemberdayaan masyarakat di Kampung Patrol, Desa Sunten Jaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Melalui filosofi "Langkah Kecil, Dampak Besar", mahasiswa dari tujuh program studi (Administrasi Negara, Farmasi, Manajemen, Sastra Inggris, Sistem Informasi, Teknik Informatika, dan Teknologi Pertanian) mengimplementasikan lima program utama: inovasi pertanian, pengembangan UMKM dan kewirausahaan, pendidikan bahasa Inggris, pendataan dan pelayanan kesehatan, serta digitalisasi desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan paradigma Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat sepanjang implementasi program. Penelitian melibatkan kolaborasi mahasiswa dari program studi Administrasi Negara, Farmasi, Manajemen, Teknologi Pertanian, Sastra Inggris, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi program selama periode pelaksanaan KKN. Hasilnya menunjukkan bahwa sinergi multidisiplin mampu menciptakan solusi holistik dan berkelanjutan yang menjawab kebutuhan riil masyarakat, serta menanamkan benih-benih perubahan menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Keberhasilan program ini didukung oleh antusiasme masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kata Kunci: KKN; lintas disiplin; pemberdayaan desa; pengabdian masyarakat
Penguatan Ekonomi Produktif dan Literasi Digital Masyarakat melalui KKN Berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) di Desa Cimekar Kresna Lutfiansyah; Annisa Aulia; Syafira Aulia; Sandi Irawan; Ade Hilman; Salma Nurzakia; Khaterine Febriani; Ananda Salsabila; Indra Permana; Lisna Gianti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13578

Abstract

Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, memiliki aset ekonomi produktif berupa UMKM sablon, keripik pisang, gagang pacul, dan konveksi. Namun, pemanfaatan aset tersebut masih menghadapi keterbatasan pemasaran digital, khususnya pada UMKM Sablon Badjoe yang sebelumnya mengandalkan relasi pelanggan dan promosi dari mulut ke mulut. Kerentanan juga muncul pada aspek sosial digital, yaitu kebutuhan masyarakat untuk memperkuat kemampuan menyaring informasi, melindungi data pribadi, mengelola penggunaan gawai, serta mengenali risiko transaksi digital eksploitatif. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekonomi produktif dan ketahanan sosial digital masyarakat melalui KKN berbasis Asset-Based Community Development (ABCD). Metode dilaksanakan dengan pendekatan Living Lab melalui tahapan pemetaan aset kolektif, koordinasi dan ko-desain program bersama masyarakat, pendampingan, refleksi, serta evaluasi awal. Implementasi mencakup kunjungan dan pendampingan UMKM, optimalisasi Instagram, pembuatan website katalog Sablon Badjoe, serta program literasi digital “Saring Sebelum Sharing” yang terintegrasi dengan kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat. Capaian intervensi berupa tersedianya kanal promosi digital dan website katalog sebagai media informasi serta pemesanan awal bagi UMKM mitra, disertai penguatan materi keamanan data, verifikasi informasi, pengasuhan digital, dan kewaspadaan terhadap desain antarmuka manipulatif. Hasil masih berupa luaran awal dan belum digunakan untuk mengklaim peningkatan pendapatan atau literasi secara statistik. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada pembentukan Program Desa Cimekar Tangguh Digital dan Produktif melalui Pojok UMKM Digital, Kelas Keluarga Tangguh Digital, dan pemantauan indikator agregat berbasis desa sebagai embrio actionable policy brief bagi Komdigi.