Antonio Fransisco De
Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Politik Dinasti Sebagai Tantangan Berdemokrasi: Sebuah Prespektif Metafisika Tentang Kekuasaan Fransiskus Bhoga; Atanasius Florentinus Tua; Antonio Fransisco De
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i3.6316

Abstract

Salah satu tantangan besar dalam praktik demokrasi modern di Indonesia terletak pada bagaimana fenomena politik dinasti dapat dipahami bukan hanya sebagai gejala politik, tetapi sebagai manifestasi dari pandangan metafisik tentang kekuasaan. Politik dinasti menunjukkan adanya keyakinan mendalam bahwa kekuasaan bukan semata hasil kehendak rakyat, melainkan sesuatu yang melekat secara ontologis pada individu atau garis keturunan tertentu. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis akar metafisika politik dinasti dalam kaitannya dengan ontologi kekuasaan, serta menelusuri bagaimana pandangan tersebut menimbulkan ketegangan terhadap prinsip demokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap literatur filsafat, politik, dan budaya yang relevan dengan konteks Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa politik dinasti berakar pada pemahaman metafisik yang memandang kekuasaan sebagai entitas yang memiliki eksistensi sendiri bersifat tetap, diwariskan, dan berfungsi sebagai penjamin keteraturan sosial. Dalam kerangka demokrasi, pandangan ini berhadapan dengan konsep kekuasaan yang bersifat rasional, terbuka, dan partisipatif. Dengan demikian, politik dinasti tidak hanya menjadi persoalan moral atau hukum, melainkan menyangkut cara pandang manusia terhadap hakikat kekuasaan itu sendiri. Temuan ini diharapkan dapat menjadi sumbangan reflektif bagi pengembangan demokrasi yang lebih sadar akan dimensi ontologis dan metafisik kekuasaan, sehingga politik dapat dipahami sebagai relasi etis dan rasional antarwarga negara, bukan sekadar warisan turun-temurun.