Naila Chantika Putri
Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Problematic Internet Use pada Remaja: Siapa yang Lebih Bermasalah? Maya Yasmin; Yuninda Tria Ningsih; Naila Chantika Putri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.108682

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menimbulkan polemik terkait penggunan internet yang bemasalah (problematic internet use) khususnya pada remaja. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan problematic internet use ditinjau dari jenis kelamin. Sampel penelitian melibatkan 370 Remaja Sumatera Barat, terdiri dari 185 laki-laki dan 185 perempuan menggunakan cluster sampling. Pengumpulan data melalui skala yang disusun merujuk pada konsep problematic internet use, Demetrovics et al (2008) terdiri dari 3 aspek : obsession, neglect dan control disorder. Hasil uji statistik independent sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan internet problematic disorder ditinjau dari jenis kelamin (p= 0.127). Implikasi penelitian perlunya eksplorasi berbagai faktor lain yang melatarbelakangi PIU pada remaja serta mengembangkan upaya preventif dan kuratif yang inklusif dan menyeluruh.
Dilema Akademik: Stress Akademik dan Gejala Psikosomatis Mahasiswa Kampus V Universitas Negeri Padang Naila Chantika Putri; Rida Yanna Primanita
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.110251

Abstract

Penelitian ini mengkaji kontribusi stres akademik terhadap gejala psikosomatis pada mahasiswa Kampus V Universitas Negeri Padang. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 148 responden menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik tidak memiliki hubungan signifikan dengan gejala psikosomatis (p > 0,05, r = 0,109). Hal ini menunjukkan bahwa stres akademik saja tidak secara langsung memicu keluhan psikosomatis, karena faktor moderasi seperti dukungan sosial, strategi coping, dan nilai budaya berperan penting dalam menekan dampaknya. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pengelolaan stres mahasiswa di perguruan tinggi.
Menjembatani Kesenjangan Komunikasi: Strategi Pengurangan Phubbing dengan Pendekatan Token Ekonomi Pada Remaja Madya Naila Chantika Putri; Aulia Muslimah; Reka Fitriani; Syifa Azkia Khalisa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.112259

Abstract

Phubbing atau kebiasaan mengabaikan lingkungan sosial untuk fokus pada ponsel, telah menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan token ekonomi dalam memodifikasi perilaku phubbing pada kelompok usia remaja madya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pra-ujicoba dan pasca-uji coba yang melibatkan remaja madya sebagai subjek penelitian. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan setiap hari nya sebanyak dua sesi dalam rentang waktu satu jam per sesi, di mana subjek menerima token sebagai bentuk reinforcement positif setiap kali mereka berhasil mengurangi perilaku phubbing sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang konsisten dalam frekuensi dan durasi phubbing di kalangan subjek penelitian. Durasi rata-rata menurun dari 5,4 menit per sesi menjadi 0,6 menit per sesi. Selain itu, tingkat kepatuhan subjek terhadap sistem token ekonomi meningkat, yang menunjukkan bahwa insentif token efektif dalam memotivasi perubahan perilaku.