Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pembelajaran Digital Bahasa Indonesia melalui Integrasi Google Form dan Buku Teks pada Siswa Kelas IX SMP/MTs Sahril Hamdani; Liana Rochmatul Wachidah; Albaburrahim Albaburrahim; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107434

Abstract

This research is motivated by the development of technology that encourages teachers to combine textbooks with digital instruments such as Google Form to support the effectiveness of the learning evaluation process. This study aims to describe the use of Google Form and textbooks as evaluation tools for Indonesian language learning for grade IX students of junior high schools/Islamic junior high schools. The method used is a literature study with a qualitative approach, the data of which is obtained from reference books and scientific journal articles. Data analysis was carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and inference drawing. The results of the study show that the use of Google Form provides convenience in managing and accessing evaluation results quickly, while textbooks still provide varying depth of material and validity of questions. The collaboration between these two instruments has been shown to increase the efficiency and quality of Indonesian language learning evaluation. The conclusion of this study is that the integration of Google Form and textbooks is an effective and relevant digital evaluation innovation to support continuous learning in the technological era.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perkembangan teknologi yang mendorong guru untuk mengombinasikan buku teks dengan instrumen digital seperti Google Form guna mendukung efektivitas proses evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Google Form dan buku teks sebagai alat evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas IX SMP/MTs. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, yang datanya diperoleh dari buku-buku referensi dan artikel jurnal ilmiah. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Form memberikan kemudahan dalam mengelola dan mengakses hasil evaluasi secara cepat, sementara buku teks tetap memberikan kedalaman materi dan validitas soal yang bervariasi. Kolaborasi antara kedua instrumen ini terbukti meningkatkan efisiensi dan kualitas evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi Google Form dan buku teks merupakan inovasi evaluasi digital yang efektif dan relevan untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan di era teknologi. 
Inovasi Penerjemahan Digital Berbasis Kecerdasan Buatan: Studi Komparatif antara ChatGPT, Google Translate, dan Penerjemah Manusia dalam Teks Sastra dan Ilmiah Irma Rachmayanti; Mochamad Arifin Alatas; A. Samsul Ma'arif; Albaburrahim Albaburrahim; Sahrul Romadhon
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107285

Abstract

This study is motivated by the fact that the development of artificial intelligence (AI) technology has revolutionized various fields, including the practice and teaching of translation. It examines digital translation innovations powered by AI through a comparative study of ChatGPT, Google Translate, and human translators in the context of literary and scientific texts. The research combines four previous research approaches using a mixed-methods design, involving analysis of translation students’ perceptions, quality assessment of Arabic literary text translations, linguistic evaluation of scientific texts, and expert assessments of classical Arabic poetry. The findings indicate that ChatGPT is preferred over Google Translate in literary translation, particularly for its fluency and contextual relevance, although it still lags behind human translators in terms of cultural accuracy. In scientific text translation, ChatGPT excels in terminological accuracy but lacks flexibility in syntactic structure. Meanwhile, in classical poetry translation, ChatGPT is considered capable of competing with human translators in terms of thematic clarity, creativity, and prosody, significantly outperforming Google Gemini. This study highlights the importance of collaborative utilization between AI and human translators to achieve accurate, contextual, and functional translations in education and language services in the digital age.Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi berbagai bidang, termasuk praktik dan pembelajaran penerjemahan. Penelitian ini mengkaji inovasi penerjemahan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui studi komparatif antara ChatGPT, Google Translate, dan penerjemah manusia dalam konteks teks sastra dan ilmiah. Kajian ini memadukan empat pendekatan penelitian terdahulu dengan metode campuran (mixed methods), melibatkan analisis terhadap persepsi mahasiswa penerjemah, penilaian kualitas terjemahan teks sastra Arab, evaluasi linguistik terhadap teks ilmiah, serta penilaian ahli terhadap puisi Arab klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT lebih disukai dibanding Google Translate dalam penerjemahan sastra, terutama karena kelancaran dan kontekstualitasnya, meskipun masih kalah dalam aspek akurasi budaya dibanding penerjemah manusia. Dalam penerjemahan teks ilmiah, ChatGPT unggul dalam keakuratan istilah tetapi kurang fleksibel dalam struktur sintaksis. Sementara itu, pada puisi klasik, ChatGPT dinilai mampu bersaing dengan penerjemah manusia dalam aspek kejelasan tema, kreativitas, dan prosodi, jauh melampaui performa Google Gemini. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan kolaboratif antara AI dan penerjemah manusia untuk mencapai hasil terjemahan yang akurat, kontekstual, dan berdaya guna dalam pembelajaran serta layanan kebahasaan era digital.