Fanny Irnadianis Ifadha
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konvergensi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Lokal Bagi Siswa Sekolah Dasar Guna Meningkatkan Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Atsnal Mala Lestari; Fahma Hanum Sari; Fanny Irnadianis Ifadha; Farah Nur Amilia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92642

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya konvergensi antara penggunaan tanaman obat lokal dan pembelajaran berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Ini sangat penting untuk melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia serta dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa, dan juga dapat meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Aspek ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi siswa sekolah dasar. Metode pembelajaran berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan tanaman obat lokal dapat dilakukan dengan mengintegrasikan pengetahuan tradisional dan ilmiah dalam kurikulum, siswa dapat belajar mengidentifikasi, menanam, dan merawat tanaman obat lokal secara langsung di lingkungan sekolah atau komunitas. Dengan demikian, metode ini tidak hanya mendukung pendidikan konservasi sumber daya alam tetapi juga mempromosikan kearifan lokal sebagai bagian integral dari pendidikan mereka. Contoh tanaman obat lokal seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, lengkuas, dan daun sirih. Tanaman ini tidak hanya memiliki nilai sebagai sumber pengobatan tradisional tetapi juga sebagai bagian penting dari warisan budaya dan kearifan lokal. Integrasi pengetahuan ini dalam kurikulum sekolah dasar dapat memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan relevan bagi siswa memperluas pemahaman mereka tentang lingkungan alam dan budaya sekitarnya dengan mempelajari tanaman obat lokal,  siswa tidak hanya mengembangkan keterampilan praktis dalam merawat dan menggunakan tanaman tersebut tetapi juga mendukung pelestarian biodiversitas lokal serta mendorong praktik hidup yang berkelanjutan dan berbudaya.