Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENYEBAB DAN PENDEKATAN SOLUSI MASALAH LAHAN SAWAH BERA: STUDI KASUS DI KAPANEWON MAYUDAN KABUPATEN SLEMAN Ratih Ineke Wati; Cahyo Wulandari; Fransiskus Xaverius Wagiman
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 1 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v1i2.23

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian yang terus meningkat di kawasan potensi pertanian membuat keberadaan lahan sawah bera menjadi isu menarik untuk dikaji. Pada tahun 2024, Kapanewon Moyudan tercatat memiliki 2% lahan sawah bera yang belum pasti akan dioptimalkan kembali penggunaannya untuk usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan merekomendasikan pendekatan solusi untuk mengatasi problematika lahan sawah bera di Kapanewon Moyudan. Metode penelitian menggunakan mix methods dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, focus group discussion, wawancara terstruktur, dan kajian literatur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Oktober 2024 di Kapanewon Moyudan yang memiliki luasan lahan sawah bera tertinggi di Kabupaten Sleman bagian barat. Hasil penelitian menemukan bahwa permasalahan lahan sawah bera adalah (1) teknis (ketersediaan air dan serangan hama tikus); (2) ekonomi (keterbatasan permodalan dan biaya operasional tinggi), dan (3) sosial (regenerasi petani rendah dan kepercayaan petani rendah). Pendekatan solusi yang dilakukan adalah: (1) demplot komoditas Talas Pratama dengan pertimbangan mampu mengatasi masalah teknis; (2) memperkuat modal finansial petani dalam bentuk skema bantuan pengadaan saprodi dan alsintan yang sesuai dengan hasil identifikasi kebutuhan untuk mengatasi masalah ekonomi; (3) meningkat peran petani muda sehingga dapat menjadi role model bagi yang lain untuk mengatasi masalah sosial; serta (4) memperkuat kepercayaan petani dengan meningkatkan modal sosial pada kelompok tani dan PPL untuk mengatasi masalah sosial.