Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEPEMIMPINAN KOLABORATIF DAN PARTISIPASI SUBSTANTIF KUNCI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG IKLIM PADUKUHAN JOHO Siti Sumaryatiningsih; Yorri Kusuma Nugraha
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.25

Abstract

Perubahan iklim menjadi tantangan global yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk di Padukuhan Joho, Kalurahan Condong Catur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kawasan ini turut mengalami dampak yang signifikan dari perubahan iklim, seperti banjir, kekeringan, dan bentuk perubahan cuaca  lainnya, yang mempengaruhi kehidupan masyarakat setempat. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting dalam menghadapi situasi dan kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif melalui pengelolaan Kampung Iklim Joho beserta kontinuitas atas program yang telah dijalankan. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan data yang diperoleh melalui wawancara, focus group discussion, observasi, dan studi pustaka. Triangulasi data dilakukan untuk memastikan validitas dan keabsahan data. Pemilihan informan dengan purposive sampling dalam hal ini dukuh, Ketua RW, dan pengelola kampung iklim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program adaptasi dan mitigasi akan perubahan iklim berlangsung secara organik jauh sebelum proklim diluncurkan sebagai program nasional. Keberhasilan Proklim Joho ditopang oleh kekuatan inisiatif lokal yang berakar pada kepemimpinan inklusif, adaptif dan kolaboratif serta partisipasi aktif masyarakat. Dukungan kebijakan lokal dan nasional serta kolaborasi lintas sektor memperkuat upaya adaptasi dan mitigasi serta memastikan keberlanjutan program. Joho berhasil meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan adaptasi lingkungan, seperti pengelolaan sampah, konservasi air, dan penghijauan. Masyarakat Padukuhan Joho berdaya karena telah memenuhi 7 tujuan pemberdayaan masyarakat yaitu better institution, better business, better income, better environment, better living, dan terakhir better community.