haryanti sinaga
Universitas Islam Negeri Sumatra Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Factor Yang Mempengaruhi Kepemilikan Jamban Keluarga: Studi pada Program STBM DI Kelurahan Bukit Jengkol Langkat haryanti sinaga
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.13611

Abstract

Kepemilikan jamban salah satu tepat yang harus disediakan setiap masing-masing kepala keluarga dan cara penggunaan atau pemakaiannya harus memperoleh lingkungan yang sehat. Dimulai dari bagaimana setiap amsyarakat mengetahui apa itu jamban, syarat jamban sehat, serta bagaimana cara yang harus dilakukan dalam pemeliharaan jamban secara pasrtisipasi dalam pemanfaatannya. Permasalahan yang didapatkan di Kelurahan Bukit Jengkol yaitu kualitas jamban yang tidak memenuhi syarat sebesar 57,6% sedangkan kualitas jamban yang sudah memenuhi syarat 42,4%. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Dimna data yang digunakan data variable dependen dan independent yang dperoleh dari penyebarang angket atau kuesioner. Jumlah sampel dari penelitian ini yaitu 85 KK yang diperoleh dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus penentuan sampel dari 1.378 KKynag terdaftar di Kelurahan Bukit Jengkol. Sehingga hasil yang diproleh terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan p=0.018 (p<0.05), sikap dengan nilai p=0.004 (<p0.05), dukungan tenaga kesehatan dengan nilai p=0.006 (<0.05) dan peghasilan dengan nilai p=0.020 (p<0.05) dengan kualitas kepeilikan jamban di Kelurahan Bukit Jengkol. Pada pihak puskesmas agar dapat bekerja sama dengan pihak desa untuk meningkatkan kepemahaman yang lebih tentang pentingnya jamban sehat bagi setiap rumah serta meyalurkan dana atau melakukan program jamban sehat bagi pemilik jamban yang kualitasnya di bawah kata layak.