Muhammad Eka Prasetia
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin-Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI WALI KELAS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 17 BANJARMASIN Yulizar Abidarda; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22321

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin, serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin. Untuk membahas rumusan masalah, peneliti menggunakan metode penelitian yang dilihat dari jenis penelitiannya, yaitu penelitian kualitatif. Informan atau subjek penelitian adalah wali kelas dan siswa. Selain itu, dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk analisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu data tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang diamati. Dalam hal ini, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi yang sebenarnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan motivasi dilakukan melalui pemberian motivasi berupa penguatan tentang pentingnya pendidikan, pemberian bimbingan, pengarahan, serta pemberian pujian kepada siswa yang belajar dengan baik, dan terus-menerus menumbuhkan kecintaan terhadap belajar. Dengan demikian, motivasi belajar siswa akan meningkat. Strategi lain yang dilakukan wali kelas adalah pemberian poin, pemberian penghargaan (reward), serta hukuman (punishment) untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan adanya berbagai bentuk motivasi belajar tersebut, siswa diharapkan menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.Adapun kendala atau faktor penghambat wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin adalah rendahnya minat siswa terhadap pelajaran, pengaruh negatif teman sebaya, serta kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua siswa.
STRATEGI PENGELOLAAN KELAS DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 14 BANJARMASIN Muhammad Eka Prasetia; Ainun Heiriyah
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22322

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang “strategi pengelolaan kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMP Negeri 14 Banjarmasin.” Pembahasan dalam penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan strategi pengelolaan kelas oleh guru sebagai upaya meningkatkan minat belajar siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat guru dalam mengelola kelas untuk meningkatkan minat belajar siswa.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu memberikan gambaran yang lebih rinci terhadap objek penelitian berdasarkan data primer dan data sekunder. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan wawancara dalam bentuk pedoman yang terdiri atas beberapa pertanyaan. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi, termasuk triangulasi sumber data, serta verifikasi data melalui uji validasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pengelolaan kelas telah dilaksanakan dengan cukup baik, seperti menata kelas sebelum pembelajaran, menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan, serta memberikan motivasi dan semangat sebelum memulai pelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya siswa yang menyukai dan tertarik mengikuti pembelajaran dengan memperhatikan penjelasan guru. Adapun faktor-faktor yang menghambat guru dalam mengelola kelas adalah belum lengkapnya sarana dan prasarana, faktor siswa itu sendiri, serta peran orang tua siswa.