Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin, serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin. Untuk membahas rumusan masalah, peneliti menggunakan metode penelitian yang dilihat dari jenis penelitiannya, yaitu penelitian kualitatif. Informan atau subjek penelitian adalah wali kelas dan siswa. Selain itu, dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk analisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu data tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang diamati. Dalam hal ini, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi yang sebenarnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan motivasi dilakukan melalui pemberian motivasi berupa penguatan tentang pentingnya pendidikan, pemberian bimbingan, pengarahan, serta pemberian pujian kepada siswa yang belajar dengan baik, dan terus-menerus menumbuhkan kecintaan terhadap belajar. Dengan demikian, motivasi belajar siswa akan meningkat. Strategi lain yang dilakukan wali kelas adalah pemberian poin, pemberian penghargaan (reward), serta hukuman (punishment) untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan adanya berbagai bentuk motivasi belajar tersebut, siswa diharapkan menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.Adapun kendala atau faktor penghambat wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin adalah rendahnya minat siswa terhadap pelajaran, pengaruh negatif teman sebaya, serta kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua siswa.