Jarkawi Jarkawi
universitas nahdlatul ulama kalimantan selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEWUJUDKAN VISI DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 10 HULU SUNGAI UTARA Mujiburrahman Mujiburrahman; Jarkawi Jarkawi; Muhammad Yuliansyah
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22316

Abstract

Kepemimpinan kepala madrasah memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala madrasah dalam mewujudkan visi sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala madrasah, guru, serta tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan sebagai pemimpin visioner yang mampu mengomunikasikan visi sekolah, membina kinerja guru, melaksanakan supervisi akademik, serta membangun budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab. Strategi kepemimpinan kepala madrasah diwujudkan melalui perencanaan program yang selaras dengan visi sekolah, keteladanan dalam kepemimpinan, dan pengelolaan lingkungan madrasah yang kondusif. Keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah didukung oleh komitmen kepala madrasah, dukungan guru dan tenaga kependidikan, serta budaya kerja yang kondusif. Namun demikian, terdapat kendala berupa perbedaan kompetensi dan kedisiplinan guru, keterbatasan sarana tertentu, serta tantangan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah yang visioner dan adaptif merupakan faktor kunci dalam mewujudkan visi sekolah secara efektif.
ANALISIS PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN TEMATIK (MULTI KASUS SDN SUNGAI PINANG DENGAN SDN PALIMBANG GUSTI 1) Arief Rahman; Jarkawi Jarkawi; Agustina Rahmi
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22312

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik sekolah dasar. Namun, dalam implementasinya, pembelajaran tematik masih menghadapi berbagai problematika yang mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran tematik di sekolah dasar melalui studi multi kasus di SDN Sungai Pinang dan SDN Palimbang Gusti 1 Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru kelas. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran tematik di SDN Sungai Pinang lebih dominan pada aspek pelaksanaan pembelajaran, seperti rendahnya keaktifan siswa, keterbatasan variasi metode dan media pembelajaran, serta pengelolaan kelas yang belum optimal. Sementara itu, di SDN Palimbang Gusti 1, problematika lebih menonjol pada aspek perencanaan dan evaluasi pembelajaran, khususnya dalam penyusunan perangkat pembelajaran tematik dan penerapan penilaian autentik. Meskipun memiliki karakteristik yang berbeda, kedua sekolah menunjukkan kesamaan permasalahan pada keterbatasan sarana pembelajaran dan perlunya peningkatan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran tematik memerlukan upaya komprehensif yang melibatkan peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana pembelajaran, dan dukungan manajemen sekolah.