Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Comparative Study of The Number and Types of Seagrass in The Mangrove Forest Tourism Area of Budo Village and Darunu Mangrove Park Tourism Village, Wori District, North Minahasa Regency Dannie R.S. Oroh; Easter Ch. M. Tulung; Margresye D. Rompas; Meiske M. Sangian
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.2.2025.61482

Abstract

Indonesia is the largest archipelagic country in the world consisting of 16,344 large and small islands with a coastline length of 81,000 km which is rich in biodiversity and has a very distinctive marine ecosystem such as coral reefs, mangrove forests and seagrass beds. Seagrass ecosystems in Indonesia are usually located between mangrove ecosystems and coral reefs, or near sandy beaches and coastal forests. The aim of research is finding out the comparison of the number and types of seagrass found between Budo village and Darunu village, Wori District, North Minahasa Regency. The data collection method starting with determining the location, it is carried out by conducting a direct survey using transects to determine the condition or existence of seagrass beds. A quadratic transect consists of a quadrant-shaped frame. Data collection of one transect per location, namely one transek in Budo village and one transek in Darunu village. From the results of the research in two research locations in Budo Village and Darunu Village, Wori District, North Minahasa Regency, it can be concluded that: the total number of seagrass found in the two research locations, namely 6 types of seagrass spread across two research locations, namely there are 4 types of seagrass found in Budo Enhalus acoroiedes Village, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium. Meanwhile, in Darunu Village, there are 6 types of seagrass, namely Enhalus acoroiedes, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis and Halodule pinifoli. Keywords: seagrass, Budo Village, Darunu Village    ABSTRAK Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 16.344 pulau besar dan kecil dengan panjang garis pantai 81.000 km yang kaya akan keanekaragaman hayati memiliki ekosistem laut yang sangat khas seperti terumbu karang, hutan mangrove dan padang lamun. Ekosistem padang lamun di Indonesia biasanya berada diantara ekosistem mangrove dan terumbu karang, atau berada di dekat pantai berpasir dan hutan pantai. Tujuan penelitian untuk mengetahui Perbandingan Jumlah dan jenis Lamun yang terdapat antara desa Budo dan desa Darunu Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Metode pengumpulan data diawali dengan penentuan lokasi dilakukan dengan melakukan survei langsung dengan menggunakan transek untuk mengetahui kondisi atau keberadaan padang lamun. Transek kuadran terdiri dari frame berbentuk kuadran. Pengambilan data satu transek tiap lokasi, yaitu satu transek di desa Budo dan satu transek di desa Darunu. Dari hasil penelitian di dua lokasi penelitian Desa Budo dan Desa Darunu Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dapat disimpulkan bahwa: jumlah lamun total keseluruhan yang terdapat pada dua lokasi penelitian yakni 6 jenis lamun yang tersebar di dua lokasi penelitian yaitu ada 4 jenis lamun yang terdapat di Desa Budo yaitu Enhalus acoroiedes, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium. Sedangkan di Desa Darunu terdapat 6 jenis lamun adalah yaitu Enhalus acoroiedes, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis dan Halodule pinifoli.   Kata Kunci: lamun, Desa Budo, Desa Darunu
Pelatihan Pembuatan Paket Wisata bagi Pengelola Wisata di Desa Budo, Propinsi Sulawesi Utara Dianne O. Rondonuwu; Dimas E. Permana; Mikhael C. S. Mangolo; Silvana Wewengkang; Merryany T. Bawole; Vesty Like Sambeka; Margresye D. Rompas; Meiske M. Sangian; Seska M.H. Mengko; Fonny Sangari; Pearl Loesye Wenas; Benny Irwan Towoliu
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/553cky28

Abstract

Desa Budo merupakan salah satu di Propinsi Sulawesi Utara, yang pertama kali mendapatkan Anugerah Desa Wisat Indonesia Tahun 2022. Dalam pengembangannya sejak tahun 2015, desa ini didampingi oleh Politeknik Negeri Manado, sejak awal berdiri dan pernah mendapatkan pendanaan khususnya ekonomi pada masyarakat pesisir dari ILO Indoenesia. Perjalanannya waktu, salah satu kelemahan desa ini adalah Pengelolaan Paket Wisata. Begitu banyak potensi alam dan social-budaya yang bisa dijadikan sebagai Atraksi Wisata, naming karena faktor keterbatasan Pendidikan khususnya bidang Pariwisata, sehingga desa ini lemah dalam pembuatan paket wisata. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membekali pengelola wisata desa dengan melatih pembuatan paket wisata. Adapun metode yang digunakan melalui tiga tahapan kegiatan yaitu pembukaan atau peng-awalan; tehnik idetifikasi wisata, kegiatan utama: perencanaan dan praktik perhitungan paket wisata, dan penutup atau evaluasi (feedback-serta rencana paket wisata. Jumlah peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari perwakilan unsur stakeholder wisata desa.  Hasil yang diharapkan adalah peserta mampu menghasilkan 20 rencana paket wisata yang akan menjadi andalan dari Desa wisata Budo.