Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Hidup Bersih di Tengah Pandemi Covid-19 dan Pembuatan Teknologi Westafel Otomatis Berbasis IoT Teddy Istanto; Marsujitullah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : PT. Edutech Inovatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/r54gzd96

Abstract

Kabupaten Merauke merupakan salah satu kabupaten yang berdampak dari penyebaran virus corona SARS-CoV-2. Dalam penanganan virus corona dimasa seperti ini, selain instruksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB melalui lembaga World Health Organization – WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia dalam penanggulangan pencegahan penyebarannya, hal senada juga dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yang memberikan himbauan ketegasan kepada pemerintah tiap daerah termasuk pemerintah  Kabupaten Merauke yang sudah mengeluarkan surat instruksi hingga ke kampung-kampung, termasuk pada Kampung Kuprik Distrik Semangga yang merupakan salah satu daerah penyebaran corona virus yang cukup tinggi. Dalam pencegahannya, selain dilakukan sosialisasi dan juga penanganan khusus kepada pasien yang terinfeksi, Pemerintah Kampung Kuprik dan juga puskesmas setempat juga selalu memberikan himbauan terkait pentingnya mencuci tangan, hanya saja di Daerah Kampung Kuprik dan juga puskesmas setempat masih menggunakan tempat cuci tangan yang manual, yang juga bisa menjadi penghantar dari penyebaran virus tersebut jika penggunaan kran air dan juga wadah sabun telah tersentuh sebelumnya oleh pasien virus corona. Menunjang permasalahan tersebut, dirancang sebuah mesin cuci tangan otomatis yang dikontrol melalui Arduino yang dilengkapi dengan kran air, dan sabun cuci cair otomatis, yang mampu mengeluarkan cairan air dan cairan sabun tanpa harus menyetuh kran, bahkan jika terdapat kesalahan sistem ataupun kekurangan daya listrik, terdapat pedal tuas kaki yang berfungsi untuk mengeluarkan air dan juga sabun cair bagi pengguna. Untuk mendeteksi keberadaan tangan digunakan sensor proximity, dan hasil penelitian menujukkan bahwa jarak untuk mendeteksi keberadaan tangan adalah kurang dari 21cm, sedangkan jumlah sabun cuci cair yang dikeluarkan sebanyak 0,692 ml.