Tujuan dilakukan penelitian ini ialah: 1) Untuk mengetahui proses pembelajaran qira’ah dengan menggunakan kitab al-miftah bagi santri baru pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Madura. 2) Untuk mengetahui problematika pembelajaran qira’ah dengan menggunakan buku almiftah lil ulum bagi santri baru pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Madura. 3) Untuk mengetahui solusi problematika pembelajaran qira’ah dengan menggunakan buku almiftah lil ulum bagi santri baru pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Madura.Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Sedang pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Memulai analisis data dengan mengumpulkan semua kategori data, interpretasi langsung, pembentukan pola, mengembangkan sirkulasi secara alami.Adapun hasil penelitian ini ialah: proses pembelajaran qira’ah dengan menggunakan kitab almiftah berjalan sesuai dengan komponen pembelajaran yang mencakup pada tujuan, menentukan materi, metode, media dan evaluasi. Sedangkan problematika pembelajaran qira’ah dengan menggunakan kitab al-miftah lil ulum terbagi atas problematika linguistik dan non linguistik bagi guru dan santri baru. Adapun problematika yang dihadapi guru dari segi non linguitik:1).Monoton dalam pembelajaran qira’ah solusi problem melakukan studi banding dengan pondok pesantren sidogiri 2).Ketidak mampuan guru mengorganisasikan manajemen kelas solusi problem menambah ruangan bagi santri baru. Adapun problematika pembelajaran qira’ah dengan menggunakan kitab al-miftah lil ulum bagi santri terdiri dari problem linguistik dan non linguistik. Dari segi linguistik 1).Santri sulit memahami sorof solusi problem menyediakan buku “pedoman wali santri” yang diterbitkan pondok pesantren sidogiri. 2). Ketidakmampuan santri menerjemah teks qira’ah solusi problem pondok menyediakan kelas taqrib atau kelas takhossus. Dari segi non linguistik 1).Santri tidak fokus disebabkan ramai saat pengajaran solusi problem diselangi cerita tentang kisah-kisah para nabi, sahabat dan ulama’. 2). Kejenuhan solusi problem memberikan permainan 3). Kurangnya praktek langsung pada kitab solusi problem membiaskan santri untuk membaca kitab kuning.