Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Clean and Healthy Life Pada Anak Usia Sekolah dengan “JAHAT” Jajanan Sehat Dwi Astri Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnalpkm.org
Publisher : Open Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi dan zat gizi lain bagi anak-anak usia sekolah. Konsumsi makanan jajanan anak sekolah perlu diperhatikan karena aktivitas anak yang tinggi. Konsumsi makanan jajanan anak diharapkan dapat memberikan kontribusi energi dan zat gizi lain yang berguna untuk pertumbuhan anak. Berdasarkan survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lebih dari 99% anak mengkonsumsi jajanan saat di sekolah. Tingginya persentase anak yang mengkonsumsi jajanan memungkinkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada anak menjadi lebih besar. Metode yang di gunakan dalam pendekatan Advokasi di lakukan dengan satu tahap, yakni pemberian edukasi kepada anak usia sekolah tentang pentingnya memilih jajanan sehat dengan di sertai pendampingan oleh fasilitator. Kegiatan penyuluhan terkait jajanan sehat ini mendapatkan respon positif dari tuan rumah dan masyarakat sekitar. Konsumsi makanan jajanan anak sekolah perlu diperhatikan karena aktivitas anak yang tinggi.
PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA TENTANG DEPRESI PADA MASYARAKAT WILAYAH PUSKESMAS KARANG ASAM SAMARINDA Dwi Astri Andriani; Milkhatun; Nur Ariska Meritama Meritama; Faramita Kumala Sari; Friska Meirina Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnalpkm.org
Publisher : Open Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63183/591628

Abstract

Abstract. Depressive disorder or depression is a common mental health condition and can be experienced by anyone. This condition is characterized by a low mood or loss of pleasure or interest in a particular activity over a long period of time. Depression is different from the usual mood swings and everyday feelings. Objective: To provide knowledge and understanding of early detection of depression in people in the working area of the Karang Asam Samarinda Health Center. The method used in this Health Education is the lecture method and filling out pre and post tests using the Dass 21 questionnaire and discussions using leaflet media containing materials about depression. This Health Education activity was attended by 15 respondents who visited the Karang Asam Samarinda Health Center. The results obtained from the counseling pre-test showed that several respondents experienced very severe depressive disorder (13.3%), severe depressive disorder (20%), and moderate depressive disorder (66,7 %).With an average of 3.47 and post-test counseling, several respondents were found with severe depressive disorder (13.3%), moderate depressive disorder (66.7%) and mild depressive disorder (20%). Conclusion This Health Education activity provides the benefit of increasing understanding in the early detection of risks and symptoms as well as the prevention of depression
PEDULI KESEHATAN MENTAL: MENGENAL DAN MENGATASI DEPRESI BERSAMA Milkhatun; Dwi Astri Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2025): Pengabdian Berbasis Dampak I: Melampaui Batas Teori ke Aksi Nyata
Publisher : Open Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, namun saat ini masih banyak dari masyarakat yang belum memahami tentang depresi sebagai salah satu gangguan mental yang umum terjadi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang depresi melalui edukasi interaktif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Karang Asam, Samarinda. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Karang Asam, Samarinda. dimana pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, serta media leaflet sebagai penyampaian materi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan diikuti oleh 16 orang, mayoritas berusia dewasa awal (87,5%) dan didominasi oleh perempuan (68,8%). Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang kurang (56,2%), namun setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 62,5% peserta memiliki pengetahuan baik. Penyuluhan ini menunjukkan bahwa metode edukasi singkat dan interaktif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang depresi, termasuk gejala, penyebab, dan cara penanggulangannya. Dukungan sosial, diskusi kelompok, dan ruang berbagi pengalaman juga turut memperkuat efektivitas program ini. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan program penyuluhan kesehatan mental secara berkelanjutan dan kolaboratif guna menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap isu kesehatan mental, khususnya depresi.