Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM UPAYA KHUSUS SAPI INDUKAN WAJIB BUNTING (Upsus Siwab) DALAM PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DI KECAMATAN AKABILURU KABUPATEN LIMAPULUH KOTA fridarti fridarti; Dwipa Pujianta; Halimatuddini Halimatuddini; Fira Faradillah

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatera Barat, pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa, Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang melaksanakan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Evaluasi Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) dalam peningkatan populasi ternak sapi di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima puluh Kota. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2022.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatera Barat, pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa, Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang melaksanakan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Evaluasi Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) dalam peningkatan populasi ternak sapi di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima puluh Kota. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2022. Penelitian ini dilakukan dengan metoda survei. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara langsung menggunakan kuisioner. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. yaitu data yang berbentuk angka yang meliputi jumlah pelayanan IB, jumlah betina yang di IB sampai bunting, data realiasasi kegiatan IB pada Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) Tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sebanyak 44 peternak yang melaksanakan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PAKAN AYAM PETELUR TERHADAP KUALITAS FISIK PAKAN DI CV RAJA PRIMA SEJAHTERA Eki Prasetio; Fridarti Fridarti; Rudi Kusuma; Sari Gando Hidayati; Fira Faradillah
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1358

Abstract

Pakan adalah makanan yang diberikan kepada ternak dan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam usaha peternakan. Kualitas pakan umumnya terdiri dari kualitas fisik dan kualitas kimiawi. Kualitas fisik merupakan penilaian kualitas pakan yang dapat dilihat secara langsung, dan merupakan faktor penting yang mengindikasikan penurunan kualitas pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas pakan ayam layer secara fisik di CV Raja Prima Sejahtera. Penelitian ini dilaksanakan di CV Raja Prima Sejahtera Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen yang mengamati hubungan antara lama penyimpanan pakan terhadap kualitas fisik pakan ayam petelur. Penelitian dilakukan pada 2 jenis pakan ayam layer yaitu 524 TA dan 524 TAP. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi warna, tekstur, aroma, dan ukuran partikel pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan lama penyimpanan secara signifikan (P<0,05) mempengaruhi kualitas fisik pakan (warna, tekstur, aroma) 524 TA dan 524 TAP. Lama penyimpanan ditemukan tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05) terhadap kelembaban pakan dan hasil pengayakan pakan 524 TA dan 524 TAP. Kualitas fisik pakan ditemukan semakin menurun seiring meningkatnya lama penyimpanan pakan. Hasil penelitian ini ditemukan warna pakan pempunyai skor nilai rata 7-3,55 dengan warna kurang cerah pada minggu ke-4 penyimpanan, tekstur pakan pempunyai skor nilai rata 7-3,45 dengan tekstur tidak seragam pada minggu ke-4 penyimpanan, aroma pakan pempunyai skor nilai rata 7- 3,45 dengan aroma agak asam pada minggu ke-4 penyimpanan, Kelembaban dalam rentang 40,50%-50,50%, dan hasil pengayakan 50-67,50 gram.
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) DAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP KUALITAS BAKSO AYAM BROILER Sari Gando Hidayati; Rudi Kusuma; Fira Faradillah
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1359

Abstract

This study aimed to determine the effect of adding a mixture of red spinach leaves (Amaranthus tricolor) and white oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) on the quality of broiler chicken meatballs. The research was conducted at the LL. DIKTI Region X Laboratory, Jl. Khatib Sulaiman, Gunung Pangilun, Alai Parak Kopi, North Padang District, Padang City, West Sumatra. The method used in this study was an experimental design using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments with 3 replications. The treatments applied in this study were as follows:P1 = 0% Red Spinach Leaves + 0% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat (Control) P2 = 0% Red Spinach Leaves + 20% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat P3 = 5% Red Spinach Leaves + 15% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat P4 = 10% Red Spinach Leaves + 10% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat P5 = 15% Red Spinach Leaves + 5% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat P6 = 20% Red Spinach Leaves + 0% White Oyster Mushrooms from 1000 g of meat The variables observed in this study were protein content, moisture content, and fat content of the broiler chicken meatballs. Based on the results, the addition of red spinach leaves and white oyster mushrooms had a significant effect (P<0.05) on the moisture and fat content of the chicken meatballs. The addition also had a highly significant effect (P<0.01) on the protein content of the meatballs. The best treatment in this study was P5 (15% red spinach leaves + 5% white oyster mushrooms), which resulted in a moisture content of 51.17%, protein content of 8.70%, and fat content of 9.99%. Conclusion: The best treatment in this study was P5 (15% red spinach leaves + 5% white oyster mushrooms), which achieved a moisture content of 51.17%, protein content of 8.70%, and fat content of 9.99%.