Konservasi laut menjadi isu penting di Indonesia karena tingginya keanekaragaman hayati yang terancam, dengan 33,82% terumbu karang nasional mengalami kerusakan. Target 30% kawasan konservasi laut pada 2045 sesuai SDG 14 masih terkendala kesenjangan informasi dan minimnya partisipasi masyarakat pesisir. Penyuluhan konvensional yang bersifat top-down kurang efektif, sehingga pendekatan interaktif seperti Focus Group Discussion (FGD) dinilai lebih tepat karena mendorong partisipasi aktif.Artikel ini bertujuan menganalisis efektivitas FGD dalam meningkatkan pengetahuan konservasi laut pada remaja pesisir di Desa Puger Kulon.Menggunakan desain deskriptif partisipatif dengan pretest–posttest. Partisipan adalah 20 remaja pesisir berusia 10–15 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah FGD, dianalisis secara deskriptif komparatif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik.Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,50 menjadi 14,95, meski tidak signifikan secara statistik (p=0,194). Secara kualitatif, FGD membantu peserta mengidentifikasi isu utama seperti sampah plastik dan penangkapan ikan merusak, serta merumuskan solusi komunitas berupa kelompok remaja peduli laut dan lomba kebersihan pantai. FGD terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan membuka ruang dialog partisipatif mengenai konservasi laut di kalangan remaja pesisir. Walau peningkatan kuantitatif tidak signifikan, FGD mampu memberdayakan peserta, mengidentifikasi masalah lokal, serta menumbuhkan inisiatif konservasi berkelanjutan berbasis komunitas.