Moh Irsyad Fahmi MR
Pendidikan IPS, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Desa Harmoni: Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Desa Wisata Gulurejo Kulonprogo Moh Irsyad Fahmi MR; Syukri Fathudin Achmad Widodo; Ajie Wicaksono; Ahmad Muzakkil Anam; Yayan Rubiyanto
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): September - December
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i3.119

Abstract

Desa Harmoni adalah program pengabdian yang berfokus pada penguatan moderasi beragama berbasis kearifan lokal di Desa Wisata Gulurejo, Kabupaten Kulon Progo. Program ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang muncul dari masuknya paham keagamaan ekstrem yang mengancam keharmonisan sosial dan citra desa wisata. Urgensi program ini terletak pada fenomena menurunnya partisipasi pemuda dalam tradisi kultural seperti "Merti Desa", "Gejog Lesung", dan "Nyadran", serta munculnya konflik terkait penggunaan fasilitas umum dan penyelenggaraan atraksi wisata budaya. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, program ini bertujuan untuk mengembangkan model moderasi beragama berbasis kearifan lokal, membangun kapasitas tokoh agama, adat, dan pengelola desa wisata, mengembangkan Kelompok Usaha Bersama, serta mengembangkan paket wisata edukasi "Gulurejo Harmoni". Program menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk pemetaan kearifan lokal dan Training of Trainers (ToT) untuk membangun kapasitas fasilitator lokal. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas tokoh agama dan pemuda dalam mempromosikan narasi moderasi beragama, penguatan forum dialog, peningkatan partisipasi dalam tradisi lokal, dan terintegrasi-nya nilai-nilai moderasi beragama dalam pengembangan desa wisata. Program ini relevan dengan upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dan mendukung implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa.