Tendy Tendy
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MELATAR BELAKANGI TERHENTINYA HUBUNGAN TAIWAN DENGAN SAO TOME DAN PRINCIPE Nuwada Rio Anggara; Tendy Tendy
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3654

Abstract

Terhentinya hubungan antara Taiwan dan Sao Tome disebabkan adanya campur tangan Tiongkok yang menggunakan manuver politiknya yaitu Checkbook Diplomacy. Tiongkok sebagai negara hegemon dalam aspek ekonominya mampu mempengaruhi sekutu Taiwan yaitu Sao Tome dengan cara menawarkan bantuan dana yang berskala besar. Atas hal tersebut Sao Tome mengalami perubahan sikap terhadap Taiwan dimana ia melakukan perilaku yang sangat tidak etis dalam hubungan diplomatik yaitu menuntut Taiwan dalam memberikan bantuan dana kepadanya dan jumlah tuntutan tersebut sangat diluar dari kapasitas kemampuan Taiwan. Dengan tidak dipenuhinya tuntutan tersebut membuat Sao Tome mendekati Tiongkok dengan mengakui adanya One China Policy dan hal ini menjadi masalah yang sangat besar bagi Taiwan terhadap sinonimnya sebagai negara yang merdeka. Pada akhirnya Taiwan merespon dengan dilakukannya penarikan personel dan juga menutup kedutaan besar mereka di Sao Tome dan hal ini menandakan secara resminya hubungan kedua negara berakhir
KEPENTINGAN RUSIA DALAM MENERAPKAN TAX MANOEUVRE 2019 Sentiawati Ibrotul Umi; Tendy Tendy
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/4559

Abstract

Kebijakan tax manoeuvre yang diterapkan Rusia pada tahun 2019 merupakan bagian dari reformasi fiskal di sektor energi yang dilakukan melalui penurunan bea ekspor minyak secara bertahap dan peningkatan pajak ekstraksi mineral. Reformasi ini dilakukan sebagai respons terhadap fluktuasi harga minyak global, tekanan ekonomi internasional, serta kebutuhan pemerintah Rusia untuk menjaga stabilitas penerimaan negara. Perubahan struktur perpajakan tersebut tidak hanya berdampak pada perekonomian domestik Rusia, tetapi juga mempengaruhi hubungan ekonomi dengan negara mitra, khususnya Belarusia yang sebelumnya memperoleh keuntungan dari mekanisme harga energi preferensial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data library research yang dikumpulkan melalui sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan kerangka Foreign Policy Decision Making dari William D. Coplin dengan berfokus pada faktor politik domestik, kepentingan ekonomi, serta konteks internasional yang mempengaruhi pengambilan kebijakan Rusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tax manoeuvre tidak semata-mata bertujuan meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga sebagai strategi untuk menjaga stabilitas fiskal, memperkuat kontrol negara terhadap sektor energi, serta mempertahankan pengaruh ekonomi dan politik Rusia di kawasan, khususnya dalam hubungannya dengan Belarusia.