Rendy Wirawan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALASAN ITALIA MENGHENTIKAN EKSPOR SENJATA KE ARAB SAUDI Irsan Fikri Ramadhani; Rendy Wirawan
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/RGJ.v27i1/3659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang dan keputusan yang diambil oleh pemerintah Italia terhadap pemerintah Arab Saudi, yaitu keputusan Italia untuk menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi. Dengan jenis penelitian eksplanatori, penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori Neoliberalisme, dengan beberapa konsep yang berasal dari teori ini, seperti konsep hak asasi manusia dan konsep gerakan sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam keputusan pemerintah Italia, terdapat banyak faktor yang dipertimbangkan terkait dengan hak asasi manusia, konflik Yaman, dan juga gerakan masyarakat, yang pada akhirnya membuat Italia memutuskan untuk menghentikan ekspor mereka ke Arab Saudi
UPAYA UNI EROPA MENGELOLA DAN MENDISTRIBUSIKAN PENGUNGSI DALAM MENGHADAPI KRISIS MIGRASI Eka Puspita Sari; Rendy Wirawan
Regionalism Global Journal: Jurnal Hubungan Internasional Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Laboratorium Dinamika Sosial Global Hubungan Internasional FISIP UNMUL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/xrkyz790

Abstract

Krisis migrasi Uni Eropa (UE) mencapai puncaknya pada tahun 2015 dengan lebih dari satu juta pengungsi, terutama dari Suriah, Afghanistan, dan Irak. Krisis ini telah mengalami pergeseran yang signifikan dari waktu ke waktu. Setelah menurun selama 2017-2020, tekanan migrasi meningkat kembali pada 2021-2023, sebagian didorong oleh ketegangan geopolitik dan invasi Rusia ke Ukraina. Studi ini mengkaji upaya UE untuk mengelola dan mendistribusikan pengungsi pada periode 2020-2023 melalui kebijakan, instrumen hukum, dan mekanisme kerjasama antarpemerintah. Dengan menggunakan pendekatan Intergovernmentalisme Liberal, temuan menunjukkan bahwa UE berupaya memperkuat tata kelola migrasinya melalui Pact On Migration and Asylum yang diusulkan (2020), yang mengarah pada reformasi sistem suaka dengan mekanisme solidaritas yang fleksibel pada tahun 2023, serta aktivasi Temporary Protection Directive (TPD) pada tahun 2022 untuk menanggapi masuknya pengungsi Ukraina. Kesimpulannya, langkah-langkah ini menunjukkan arah yang positif, tetapi efektivitas penerapannya sangat bergantung pada konsistensi solidaritas di antara negara-negara anggota UE.