This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Theresa Nadine Wijaya
Department of Psychology, Tarumanagara University, Jl. Letjen S. Parman, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Indonesia 11440

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PET-ATTACHMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA DEWASA MUDA YANG MEMILIKI ANJING PELIHARAAN Theresa Nadine Wijaya; Agoes Dariyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.54441

Abstract

Dewasa muda merupakan tahap di mana individu mengalami peran-peran baru, sekaligus menghadapi tekanan psikologis yang cukup besar, sehingga hal ini meningkatkan kebutuhan akan dukungan sosial yang dapat berperan untuk meningkatkan kualitas hidup individu. Kualitas hidup merupakan sebuah konsep yang subjektif, dan dapat berubah-berubah setiap waktu. Pet-Attachment salah satu sumber dukungan yang kurang disadari oleh individu-individu. Pet-Attachment merupakan sebuah ikatan antara pemilik hewan peliharaan dengan hewan peliharaanya. Disebutkan di berbagai studi bahwa terdapat banyak dampak positif, namun juga terdapat dampak negatif akan pet-attachment. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pet-attachment dengan kualitas hidup pada dewasa muda yang memiliki anjing peliharaan. Studi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan partisipan penelitian sebanyak 144 individu yang memiliki anjing peliharaan. Kualitas hidup diukur dengan WHOQOL-BREF, dan pet-attachment diukur dengan PALS. Hasil korelasi penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi antara pet-attachment dengan kualitas hidup sebesar r = 0,317 (p = 0,000, p < 0,01), dengan sumbangsih sebanyak 10% pada kualitas hidup. Ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat pet-attachment, maka semakin tinggi pula kualitas hidup dewasa muda yang memiliki anjing peliharaan. Penelitian ini menemukan bahwa pet-attachment menjadi sumber dukungan ekstra bagi individu yang telah mendapatkan dukungan sosial dari manusia yang cukup.